<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Perbandingan Biaya Pekerjaan Pelat Lantai antara Metode Steeldeck dan Konvensional (Studi Kasus: Rusunawa Jongke)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Perkembangan jasa konstruksi di Indonesia saat ini berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan konstruksi berusaha untuk memenangkan persaingan dengan meningkatkan produk atau jasa, sehingga mereka dapat memberikan kepuasan bagi pelanggannya. Salah satunya dengan penggunaan bahan steeldeck dalam pekerjaan pelat lantai untuk memberi keuntungan dari segi biaya dan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan biaya pada pelat lantai antara pekerjaan bekisting dan baja tulangan konvensional dengan pekerjaan menggunakan steeldeck dan wiremesh. Dalam penelitian ini, analisis pekerjaan pelat lantai berdasarkan peraturan SNI 7394-2008 mengenai koefisien material dan pekerja. Analisis harga diperoleh berdasarkan harga material dan upah pekerja di wilayah Yogyakarta pada tahun 2016, serta analisis harga steeldeck dan wiremesh yang diperoleh dari CV LightGroup Indonesia, yang selanjutnya dapat ditentukan RAB pada masing-masing pekerjaan. Hasil analisis ini didapat total biaya pekerjaan pelat lantai yang terdiri dari 5 lantai dengan sistem konvensional sebesar Rp1.635.110.421,00 dan untuk pekerjaan pelat lantai dengan menggunakan steeldeck dan besi wiremesh sebesar Rp1.412.617.975,00. Dari hasil analisis didapat perbandingan biaya pekerjaan pelat lantai sebesar Rp222.492.446,00, di mana pekerjaan pelat lantai steeldeck lebih ekonomis 9,3% dibandingkan pekerjaan pelat konvensional.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By