<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

MINIMASI WASTE PRODUCTION UNTUK MENURUNKAN KETERLAMBATAN PENYELESAIAN ORDER MENGGUNAKAN PRINSIP LEAN MANUFACTURE DAN METODE SIMULASI (Studi Kasus: CV. SOGAN BATIK REJODANI)

dc.contributor.advisorAgus Mansur, S.T., M.Eng.Sc.,
dc.contributor.authorKevin Basu Dewa, 15522342
dc.date.accessioned2020-01-24T03:34:16Z
dc.date.available2020-01-24T03:34:16Z
dc.date.issued2019-09-09
dc.description.abstractCV. Sogan Batik merupakan UMKM yang memproduksi pakaian muslim. UMKM ini menetapkan sistemproduksi make to order. Untuk memenuhii order pelanggan, perusahaan ini memiliki jangka waktu yang telah ditetapkan. Akan tetapi perusahaan ini sering mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan order-order tersebut. Akar permasalahan yang menybabkan hal ini adalah permintaan yang fluktuatif, banyaknya variasi jenis produk dan rancangan kapasitas yang tidak efisien dan efektif. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, peneliti mencoba menggunakan prinsipn lean manufacture , line balancing dan simulasi. Dengan menggunakan lean manufactur diketahui bahwa waiting merupakan waste yang paling dominan di dalam waste production Sogan Batik sehingga waste ini akan menjadi prioritas pertama yang akan di minimasi. Line balancing digunakan untuk menyelsaikan permasalahan lini produksi yang tidak efisien sedangkan simulasi akan digunakan untuk menganalisa perilaku perubahan yang terjadi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk menurunkan jumlah keterlambatan produksi order, dapat dilakukan dengan cara menambahkan jumlah penjahit A. Akan tetapi dalam pengambilan keputusan tentu akan memberikan dampak kepada beberapa pihak yaitu pelanggan, perusahaan dan karyawan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan analisa lebih dalam melihat ketiga perspektif tersebut. Dari hasil analisa didapatkan hasil bahwa dengan memindahkan 3 orang penjahit B ke penjahit A mampu menurunkan jumlah keterlambatan menjadi 0 yang sebelumnya berjumlah 438. Kemudian rata-rata lead time turun menjadi 1.85 hari dari yang sebelumnya 8.57 hari. Untuk menerapkan skenario tersebut, diperlukan biaya sekitar 3,407,040 dan skenario ini mampu menghemat biaya sebanyak Rp. 21,900,000.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/17415
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMake to Orderen_US
dc.subjectLean Manufactureen_US
dc.subjectLine Balancingen_US
dc.subjectsimulasien_US
dc.titleMINIMASI WASTE PRODUCTION UNTUK MENURUNKAN KETERLAMBATAN PENYELESAIAN ORDER MENGGUNAKAN PRINSIP LEAN MANUFACTURE DAN METODE SIMULASI (Studi Kasus: CV. SOGAN BATIK REJODANI)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 10
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01 cover.jpg
Size:
130.26 KB
Format:
Joint Photographic Experts Group/JPEG File Interchange Format (JFIF)
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01 cover.pdf
Size:
152.79 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01 cover.pdf
Size:
152.79 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
617.13 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstrak.pdf
Size:
166.86 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: