<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Representasi Fatherhood Ayah Tunggal dengan Retardasi Mental dalam Film Miracle In Cell No.7 (2022) (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sosok seorang ayah sebagai single parent dipandang memiliki kemampuan yang kecil dalam mengasuh anak. Konstruksi sosial di masyarakat yang membentuk peran ayah hanya sebagai pencari nafkah, padahal peran ayah dalam pengasuhan anak juga sangat penting. Film Miracle in Cell No.7 (2022) menyuguhkan jalan cerita yang memberikan perspektif baru, sebagaimana ayah dalam film ini memiliki kondisi retardasi mental. Retardasi mental merupakan suatu kondisi di mana seseorang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, disertai keterbatasan dalam dua atau lebih bidang, seperti komunikasi, perawatan diri, akademisi, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana representasi fatherhood pada sosok ayah tunggal dengan retardasi mental dalam Film Miracle in Cell No.7 (2022). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Semiotika Roland Barthes untuk menganalisis tanda maupun pesan melalui tahapan analisis denotasi dan konotasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa elemen fatherhood direpresentasikan oleh Dodo melalui lima poin. Pertama, Dodo berperan dalam perkembangan karakter Kartika dengan memberikan dukungan secara moral dan selalu berkata positif. Kedua, dalam membangun kedekatan, Dodo memposisikan dirinya sebagai teman untuk Kartika. Ketiga, dalam menentukan standar untuk keluarga kecilnya, Dodo tetap mencari nafkah dengan bekerja sebagai tukang balon. Keempat, Dodo berperan sebagai sosok pelindung untuk Kartika dengan mengorbankan dirinya. Kelima, adapun temuan baru selain dari kesesuaian dengan elemen fatherhood, di balik sisi heroismenya, Dodo juga mengalami kerentanan, ia mendapat ancaman dan diskriminasi. Kondisi retardasi mental yang dialami Dodo, membuatnya tidak mampu menyuarakan gagasan untuk membela dirinya sendiri.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By