<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Representasi Fatherhood Ayah Tunggal dengan Retardasi Mental dalam Film Miracle In Cell No.7 (2022) (Analisis Semiotika Roland Barthes)

dc.Identifier.NIM20321313
dc.contributor.authorNailunni’mah, Nizli
dc.date.accessioned2024-11-26T04:16:44Z
dc.date.available2024-11-26T04:16:44Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractSosok seorang ayah sebagai single parent dipandang memiliki kemampuan yang kecil dalam mengasuh anak. Konstruksi sosial di masyarakat yang membentuk peran ayah hanya sebagai pencari nafkah, padahal peran ayah dalam pengasuhan anak juga sangat penting. Film Miracle in Cell No.7 (2022) menyuguhkan jalan cerita yang memberikan perspektif baru, sebagaimana ayah dalam film ini memiliki kondisi retardasi mental. Retardasi mental merupakan suatu kondisi di mana seseorang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, disertai keterbatasan dalam dua atau lebih bidang, seperti komunikasi, perawatan diri, akademisi, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana representasi fatherhood pada sosok ayah tunggal dengan retardasi mental dalam Film Miracle in Cell No.7 (2022). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Semiotika Roland Barthes untuk menganalisis tanda maupun pesan melalui tahapan analisis denotasi dan konotasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa elemen fatherhood direpresentasikan oleh Dodo melalui lima poin. Pertama, Dodo berperan dalam perkembangan karakter Kartika dengan memberikan dukungan secara moral dan selalu berkata positif. Kedua, dalam membangun kedekatan, Dodo memposisikan dirinya sebagai teman untuk Kartika. Ketiga, dalam menentukan standar untuk keluarga kecilnya, Dodo tetap mencari nafkah dengan bekerja sebagai tukang balon. Keempat, Dodo berperan sebagai sosok pelindung untuk Kartika dengan mengorbankan dirinya. Kelima, adapun temuan baru selain dari kesesuaian dengan elemen fatherhood, di balik sisi heroismenya, Dodo juga mengalami kerentanan, ia mendapat ancaman dan diskriminasi. Kondisi retardasi mental yang dialami Dodo, membuatnya tidak mampu menyuarakan gagasan untuk membela dirinya sendiri.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/53819
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFatherhooden_US
dc.subjectFilmen_US
dc.subjectRetardasi Mentalen_US
dc.subjectSemiotikaen_US
dc.subjectAyahen_US
dc.subjectMiracle in Cell No.7en_US
dc.titleRepresentasi Fatherhood Ayah Tunggal dengan Retardasi Mental dalam Film Miracle In Cell No.7 (2022) (Analisis Semiotika Roland Barthes)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20321313.pdf
Size:
1.93 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections