<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Urgensi Pengaturan Perampasan Aset Unexplained Wealth pada Perkara Tindak Pidana Korupsi di Indonesia

dc.Identifier.NIM19410704
dc.contributor.authorDizarahadi, Danang
dc.date.accessioned2024-02-26T06:31:57Z
dc.date.available2024-02-26T06:31:57Z
dc.date.issued2023
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pengaturan perampasan aset Unexplained Wealth pada perkara tindak pidana korupsi di Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingkat pengembalian kerugian negara akibat kasus korupsi di Indonesia dari beberapa tahun terakhir masih cukup minim dan belum optimal dalam mengembalikan aset negara yang telah hilang. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana urgensi pengaturan konsep perampasan aset Unexplained Wealth pada perkara Tindak Pidana Korupsi di Indonesia? Bagaimana mekanisme perampasan aset melalui instrument hukum Unexplained Wealth pada perkara Tindak Pidana Korupsi? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pengaturan konsep perampasan aset Unexplained Wealth pada perkara Tindak Pidana Korupsi di Indonesia, lalu juga untuk mengetahui mekanisme perampasan aset melalui instrument hukum Unexplained Wealth pada perkara Tindak Pidana Korupsi. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yuridis dengan pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan konseptual terkait perampasan aset unexplained wealth dan juga menggunakan pendekatan perbandingan dengan merujuk salah satu negara yang telah menerapkan unexplained wealth, yaitu Australia. Bahan hukum dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap peraturan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi serta perampasan aset yang selanjutnya dilakukan analisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mekanisme perampasan aset unexplained wealth terhadap perkara tindak pidana korupsi di Indonesia dapat menjawab seluruh persoalan yang menjadi hambatan dalam pengembalian aset negara yang telah dirugikan akibat adanya perbuatan korupsi. Perlu adanya perubahan paradigma diantara lembaga penegak hukum yang semula menggunakan pendekatan in personam harus berubah menjadi pendekatan in rem sebagai syarat dapat diterapkannya skema unexplained wealth. Mekanisme prosedural perdata seperti balance of probability akan meringankan dalam proses pembuktiannya. Hal ini berangkat dari paradigma perampasan aset yang menggunakan skema unexplained wealth dilakukan melalui proses perdata yang berfokus terhadap obyeknya yaitu barang atau aset (in rem).en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/47730
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerampasan Aseten_US
dc.subjectUnexplained Wealthen_US
dc.subjectTindak Pidana Korupsien_US
dc.titleUrgensi Pengaturan Perampasan Aset Unexplained Wealth pada Perkara Tindak Pidana Korupsi di Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19410704.pdf
Size:
2.35 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections