<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perbandingan Kadar Protein pada ASI Segar dan ASI yang Disimpan Dalam Lemari Es dengan Metode KJELDAHL

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pada masa sekarang ini air susu ibu (ASI) perah yang disimpan dalam lemari es merupakan solusi terbaik bagi ibu yang bekerja agar mereka tetap dapat memberikan ASI secara eksklusif untuk bayinya. ASI eksklusif merupakan penunjang optimalisasi pertumbuhan kecerdasan otal: bayi karena mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oieh bayi. Maka dari itu, perlu diadakan penelitian tentang perbedaan kandungan protein pada ASI segar dan ASI yang disimpan di dalam lemari es. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kadar protein pada ASI segar dengan ASI yang disimpan dalam lemari es berbeda bermakna atau tidak.' Penelitian ini berupa analisis kuantitatif dengan menggunakan metode Kjeldahl untuk mengetahui kadar nitrogen total dalam ASI, tiap sampel dari ASI segar dan ASI yang disimpan dalam lemari es diambil sebanyak 10 mL. Kemudian tiap sampel dianalisis dengan metode Kjeldahl melalui tahap destruksi dengan asam kuat dibantu dengan K2S04 dan HgO sebagai katalisator yang dapat mempercepat reaksi. Dari hasil destruksi didapat larutan jernih yang kemudian didestilai dengan pendingin balik. Kemudian destilat yang ditampung dititrasi dengan larutan basa. Kemudian ditetapkan kadarNtotal dari masing-masing sampel. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa ASI segar dengan ASI yang disimpan di dalam lemari es mengandung protein. Hasil kadar protein yang diperoleh dalam% b/v antara ASI segar dengan ASI yang disimpan di dalam lemari es berturut-turut adalah 1,69±0,01(ASI Segar); 1,61±0,03(ASI hari ke-1); 1,57±0,02(ASI hari ke-2); 1,56±0,02(ASI hari ke-3); 1,54±0,01(ASI hari ke-4); 1,54±0,02(ASI hari ke-5); 1,54±0,02 (ASI hari ke-6); 1,42±0,02(ASI hari ke-7). Hasil uji statistik ANOVA satu jalan menunjukkan bahwa kadar protein antara ASI segar dengan ASI yang disimpan di dalam lemari es berbeda bermakna. Sehingga semakin lama ASI disimpan didalam lemari es makaakan semakin mempengaruhi penurunan kadar protein yang terkandung di dalam ASI tersebut.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By