<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perbandingan Kadar Protein pada ASI Segar dan ASI yang Disimpan Dalam Lemari Es dengan Metode KJELDAHL

dc.contributor.authorJeanmy Erwina Triastutiek, 99613302
dc.date.accessioned2020-04-26T18:57:16Z
dc.date.available2020-04-26T18:57:16Z
dc.date.issued2004
dc.description.abstractPada masa sekarang ini air susu ibu (ASI) perah yang disimpan dalam lemari es merupakan solusi terbaik bagi ibu yang bekerja agar mereka tetap dapat memberikan ASI secara eksklusif untuk bayinya. ASI eksklusif merupakan penunjang optimalisasi pertumbuhan kecerdasan otal: bayi karena mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oieh bayi. Maka dari itu, perlu diadakan penelitian tentang perbedaan kandungan protein pada ASI segar dan ASI yang disimpan di dalam lemari es. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kadar protein pada ASI segar dengan ASI yang disimpan dalam lemari es berbeda bermakna atau tidak.' Penelitian ini berupa analisis kuantitatif dengan menggunakan metode Kjeldahl untuk mengetahui kadar nitrogen total dalam ASI, tiap sampel dari ASI segar dan ASI yang disimpan dalam lemari es diambil sebanyak 10 mL. Kemudian tiap sampel dianalisis dengan metode Kjeldahl melalui tahap destruksi dengan asam kuat dibantu dengan K2S04 dan HgO sebagai katalisator yang dapat mempercepat reaksi. Dari hasil destruksi didapat larutan jernih yang kemudian didestilai dengan pendingin balik. Kemudian destilat yang ditampung dititrasi dengan larutan basa. Kemudian ditetapkan kadarNtotal dari masing-masing sampel. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa ASI segar dengan ASI yang disimpan di dalam lemari es mengandung protein. Hasil kadar protein yang diperoleh dalam% b/v antara ASI segar dengan ASI yang disimpan di dalam lemari es berturut-turut adalah 1,69±0,01(ASI Segar); 1,61±0,03(ASI hari ke-1); 1,57±0,02(ASI hari ke-2); 1,56±0,02(ASI hari ke-3); 1,54±0,01(ASI hari ke-4); 1,54±0,02(ASI hari ke-5); 1,54±0,02 (ASI hari ke-6); 1,42±0,02(ASI hari ke-7). Hasil uji statistik ANOVA satu jalan menunjukkan bahwa kadar protein antara ASI segar dengan ASI yang disimpan di dalam lemari es berbeda bermakna. Sehingga semakin lama ASI disimpan didalam lemari es makaakan semakin mempengaruhi penurunan kadar protein yang terkandung di dalam ASI tersebut.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/19777
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerbandingan Kadar Proteinen_US
dc.subjectASI Segaren_US
dc.subjectASI yang Disimpan Dalam Lemari Esen_US
dc.subjectMetode KJELDAHLen_US
dc.titlePerbandingan Kadar Protein pada ASI Segar dan ASI yang Disimpan Dalam Lemari Es dengan Metode KJELDAHLen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
99613302 Jeanmy Erwina Triastutiek.pdf
Size:
2.55 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections