Rancang Bangun Alat Peraga Struktur Balok Menerus (Continuous Beam) Sebagai Media Pembelajaran Visual Pada Mata Kuliah Statika
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Proses pembelajaran statika khususnya pada materi struktur balok menerus (gerber). mahasiswa Teknik sipil masih banyak terbatas pada penggunaan media pembelajaran visual berupa gambar. Hal ini menjadikan mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran statika. Di sisi lain, pemahaman konsep statika sangat diperlukan bagi mahasiswa Teknik sipil dikarenakan konsep tersebut merupakan ilmu dasar. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan rancang bangun alat peraga struktur balok menerus (gerber) yang diharapkan dapat menambah pemahaman mahasiswa akan konsep struktur tersebut. Bahan yang digunakan alat peraga yaitu besi hollow berukuran 40x60 cm dengan tebal 2 mm sebagai balok utama dan balok anak. Balok utama memiliki Panjang 250 cm dengan rangkaian sendi internal di setiap ujung balok. Balok anak memiliki Panjang 125 cm. Kemudian timbangan digital digunakan pada tumpuan balok untuk membaca reaksi tumpuan. Model struktur pada tahap pengujian alat peraga yaitu struktur balok menerus dengan dua balok anak, struktur balok menerus dengan kantilever, dan struktur balok menerus dengan satu balok anak. Hasil pengujian alat peraga kemudian dibandingkan dengan perhitungan teoritis sebagai bentuk validasi dengan batas angka toleransi ± 0,1 kg. Dari pengujian struktur balok menerus dengan dua balok anak didapatkan seluruh hasil nilai error reaksi tumpuan yang masih masuk dalam angka toleransi yaitu ± 0,1 kg. Pada pengujian struktur balok menerus dengan kantilever didapatkan sebagian besar nilai error reaksi tumpuan masih masuk dalam angka toleransi yaitu ± 0,1 kg. Namun, terdapat nilai error yang melebihi batas angka toleransi yaitu pada reaksi tumpuan B dengan nilai error sebesar 0,137 kg dan 0,480 kg. Pada pengujian struktur balok menerus dengan satu balok anak didapakan hasil nilai error reaksi tumpuan secara keseluruhan masih masuk dalam angka toleransi yaitu ± 0,1 kg.