<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antropometri Terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Tukang Becak Konvensional di Daerah Istimewa Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang umum pada pekerja sektor informal, termasuk tukang becak konvensional. Aktivitas mengayuh yang repetitif, durasi kerja panjang, dan beban biomekanik berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah. Faktor antropometri dan kekuatan otot tungkai diduga memengaruhi respons tubuh terhadap beban kerja tersebut, namun hubungannya pada tukang becak masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antropometri dengan kekuatan otot tungkai serta kaitannya dengan keluhan MSDs pada tukang becak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan tukang becak laki-laki dewasa di Kota Yogyakarta yang dipilih melalui purposive dan consecutive sampling. Antropometri yang diukur meliputi lingkar paha, lingkar betis, serta tebal lipatan kulit paha dan betis. Kekuatan otot tungkai diukur menggunakan alat ukur kekuatan otot, sedangkan keluhan MSDs dinilai dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson sesuai distribusi data. Hasil:Terdapat hubungan bermakna antara lingkar paha dan lingkar betis dengan kekuatan otot tungkai (p < 0,05), sedangkan tebal lipatan kulit paha dan betis tidak menunjukkan hubungan signifikan (p > 0,05). Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara variabel antropometri dengan skor keluhan MSDs (p > 0,05). Kesimpulan: Lingkar paha dan lingkar betis berhubungan signifikan dengan kekuatan otot tungkai, sedangkan tebal lipatan kulit paha dan betis tidak berhubungan signifikan dengan kekuatan otot tungkai. Selain itu, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara antropometri ekstremitas bawah dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tukang becak konvensional di DIY.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By