<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antropometri Terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Tukang Becak Konvensional di Daerah Istimewa Yogyakarta

dc.Identifier.NIM22711165
dc.contributor.authorAsmarani, Astrid
dc.date.accessioned2026-05-18T02:16:08Z
dc.date.available2026-05-18T02:16:08Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractLatar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang umum pada pekerja sektor informal, termasuk tukang becak konvensional. Aktivitas mengayuh yang repetitif, durasi kerja panjang, dan beban biomekanik berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah. Faktor antropometri dan kekuatan otot tungkai diduga memengaruhi respons tubuh terhadap beban kerja tersebut, namun hubungannya pada tukang becak masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antropometri dengan kekuatan otot tungkai serta kaitannya dengan keluhan MSDs pada tukang becak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan tukang becak laki-laki dewasa di Kota Yogyakarta yang dipilih melalui purposive dan consecutive sampling. Antropometri yang diukur meliputi lingkar paha, lingkar betis, serta tebal lipatan kulit paha dan betis. Kekuatan otot tungkai diukur menggunakan alat ukur kekuatan otot, sedangkan keluhan MSDs dinilai dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson sesuai distribusi data. Hasil:Terdapat hubungan bermakna antara lingkar paha dan lingkar betis dengan kekuatan otot tungkai (p < 0,05), sedangkan tebal lipatan kulit paha dan betis tidak menunjukkan hubungan signifikan (p > 0,05). Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara variabel antropometri dengan skor keluhan MSDs (p > 0,05). Kesimpulan: Lingkar paha dan lingkar betis berhubungan signifikan dengan kekuatan otot tungkai, sedangkan tebal lipatan kulit paha dan betis tidak berhubungan signifikan dengan kekuatan otot tungkai. Selain itu, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara antropometri ekstremitas bawah dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tukang becak konvensional di DIY.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/62623
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAntropometrien_US
dc.subjectKekuatan Otot Tungkaien_US
dc.subjectMusculoskeletal Disordersen_US
dc.subjectTukang Becaken_US
dc.titleHubungan Antropometri Terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Tukang Becak Konvensional di Daerah Istimewa Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22711165.pdf
Size:
14.98 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: