<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kontrol Glikemik Pasien Program Rujuk Balik Prolanis dengan Diabetes Melitus Tipe 2

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang : Indonesia berada pada peringkat kelima di dunia dengan 19,5 juta jiwa penyandang diabetes melitus dan diproyeksikan akan meningkat 28,6 juta jiwa pada tahun 2045. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mengadakan program rujuk balik prolanis yang dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan memberikan pelayanan pengelolaan kontrol glikemik pada diabetes melitus untuk mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan : Penelitian ini menganalisis kontrol glikemik dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien program rujuk balik prolanis dengan diabetes melitus tipe 2. Metode : Studi ini menggunakan rancangan potong-lintang secara retrospektif berdasarkan data sekunder berupa catatan pengobatan pasien program rujuk balik prolanis diabetes melitus tipe 2. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi Square dan dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Variabel bebas yang berpengaruh berdasarkan perolehan nilai p <0,05 dengan OR 95% CI untuk menilai kekuatan hubungan. Hasil : Penelitian ini melibatkan sebanyak 253 pasien dengan mayoritas berusia lanjut (65,2%), berjenis kelamin perempuan (53,4%), kategori normal (50,2%), dan berpendidikan rendah (55,7%). Selain itu, sebagian besar pasien telah didiagnosis diabetes melitus lebih dari lima tahun (56,9%), dengan jenis terapi oral atau insulin (83%), dan terapi obat tanpa insulin (56,5%), serta mengalami komplikasi (67,6%). Kontrol glikemik terkendali pada pasien program rujuk balik prolanis yaitu (36%) dengan faktor-faktor yang memengaruhi secara signifikan yaitu terapi obat (OR 5,455, CI 95%=2,942-10,116), usia (OR 1,949, CI 95% =1,059-3,585) dan jenis kelamin (OR 0,454, CI 95% = 0,275-0,802). Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan lebih dari 50% pasien memiliki kontrol glikemik yang belum mencapai target terapi. Terapi tanpa insulin, berusia lanjut usia dan jenis kelamin laki-laki memengaruhi kontrol glikemik tidak terkendali masing- masing sebesar 5 kali, 2 kali dan 2,5 kali, berturutan. Studi ini merekomendasikan perlunya peran kolaborasi tenaga kesehatan dalam palayanan prolanis untuk mengoptimalkan pemberian terapi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By