<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kontrol Glikemik Pasien Program Rujuk Balik Prolanis dengan Diabetes Melitus Tipe 2

dc.Identifier.NIM20613157
dc.contributor.authorHasibuan, Murniati
dc.date.accessioned2024-06-20T04:54:01Z
dc.date.available2024-06-20T04:54:01Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractLatar Belakang : Indonesia berada pada peringkat kelima di dunia dengan 19,5 juta jiwa penyandang diabetes melitus dan diproyeksikan akan meningkat 28,6 juta jiwa pada tahun 2045. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mengadakan program rujuk balik prolanis yang dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan memberikan pelayanan pengelolaan kontrol glikemik pada diabetes melitus untuk mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan : Penelitian ini menganalisis kontrol glikemik dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien program rujuk balik prolanis dengan diabetes melitus tipe 2. Metode : Studi ini menggunakan rancangan potong-lintang secara retrospektif berdasarkan data sekunder berupa catatan pengobatan pasien program rujuk balik prolanis diabetes melitus tipe 2. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi Square dan dilanjutkan dengan uji regresi logistik. Variabel bebas yang berpengaruh berdasarkan perolehan nilai p <0,05 dengan OR 95% CI untuk menilai kekuatan hubungan. Hasil : Penelitian ini melibatkan sebanyak 253 pasien dengan mayoritas berusia lanjut (65,2%), berjenis kelamin perempuan (53,4%), kategori normal (50,2%), dan berpendidikan rendah (55,7%). Selain itu, sebagian besar pasien telah didiagnosis diabetes melitus lebih dari lima tahun (56,9%), dengan jenis terapi oral atau insulin (83%), dan terapi obat tanpa insulin (56,5%), serta mengalami komplikasi (67,6%). Kontrol glikemik terkendali pada pasien program rujuk balik prolanis yaitu (36%) dengan faktor-faktor yang memengaruhi secara signifikan yaitu terapi obat (OR 5,455, CI 95%=2,942-10,116), usia (OR 1,949, CI 95% =1,059-3,585) dan jenis kelamin (OR 0,454, CI 95% = 0,275-0,802). Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan lebih dari 50% pasien memiliki kontrol glikemik yang belum mencapai target terapi. Terapi tanpa insulin, berusia lanjut usia dan jenis kelamin laki-laki memengaruhi kontrol glikemik tidak terkendali masing- masing sebesar 5 kali, 2 kali dan 2,5 kali, berturutan. Studi ini merekomendasikan perlunya peran kolaborasi tenaga kesehatan dalam palayanan prolanis untuk mengoptimalkan pemberian terapi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/50118
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiabetes Melitusen_US
dc.subjectKontrol Glikemiken_US
dc.subjectProgram Rujuk Baliken_US
dc.subjectProlanisen_US
dc.titleKontrol Glikemik Pasien Program Rujuk Balik Prolanis dengan Diabetes Melitus Tipe 2en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20613157.pdf
Size:
902.31 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections