Identifikasi Kandungan Mikroplastik di Perairan Laut Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Mikroplastik merupakan salah satu jenis polutan yang berbahaya bagi lingkungan.
Keberadaan mikroplastik di lingkungan khususnya lingkungan laut dapat
menimbulkan dampak buruk bagi keberlangsungan ekosistem laut. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan mikroplastik di perairan
laut Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya, kemudian
mengidentifikasi morforlogi, jumlah, dan warna, serta sifat kimia yaitu gugus fungsi
yang terindikasi sebagai penyusun mikroplastik. Sampel yang diambil adalah
sampel air laut, air muara, pasir dan sedimen muara. Pengambilan sampel
menggunakan grab sampling pada seluruh sampel, sementara pengujian di
laboratorium menggunakan proses Wet Peroxide Oxidation (WPO) dalam
pemrosesan sampel. Pengamatan sampel menggunakan instrumen mikroskop
dan Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan, ditemukan total 5 jenis mikroplastik yaitu pellet, fragment, fiber,
film, dan foam. Jumlah mikroplastik yang berhasil teridentifikasi adalah 2692 dari
total 3 sampel air laut, 3 sampel air muara, 3 sampel sedimen, dan 6 sampel pasir.
Jenis warna yang teridentifikasi pada sampel yaitu 6 warna hitam, biru, transparan,
putih, merah, dan hijau. Kemudian gugus kimia pada sampel ditemukan yang
diindikasi merupakan gugus fungsi penyusun mikroplastik yaitu, PVP, PVAL,
tencel, Kaolin, polybutadiene, PTFE, PE, PE PP, EAA, FEP, cotton, POM,
bemberg, cellophane, PPO, nylon 6/66, nylon 6/10, nylon 6/9, nylon 11, PVC, dan
polyisoprene rubber. Sumber mikroplastik berasal dari kegiatan anthropogenic di
sekitar lokasi pengambilan sampel, yaitu wisata dan usaha masyarakat,
pemukiman, aktivitas nelayan, pemberhentian kapal nelayan, dan sebagainya.