Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Bambanglipuro dalam Menurunkan Dissolved Organic Matter yang Dievaluasi dengan Metode Fluorescence Excitation Emission Matrix
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Peningkatan jumlah penduduk berdampak langsung pada peningkatan volume air limbah domestik, yang jika tidak diolah dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas air limbah adalah kandungan bahan organik, khususnya Dissolved Organic Matter (DOM). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik DOM, menganalisis efektivitas tiap unit pengolahan air limbah di IPAL Bambanglipuro dalam menurunkan kadar DOM, serta menganalisis hubungan antar parameter Fluorescence Excitation Emission Matrix (EEM), UV-254, COD, dan TSS. Pengujian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan Fluorescence Excitation Emission Matrix (EEM). Metode ini mengukur nilai fluorescence intensity dari masing-masing sampel air limbah yang akan menghasilkan nilai
puncak dari fraksi DOM. Analisis data tersebut dilakukan dengan metode peak- picking. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa pada sampel air limbah di
IPAL Bambanglipuro didominasi oleh senyawa Tyrosine-like dan Tryptophan- like. Efisiensi removal pada kedua sampling yaitu Tyrosine-like sebesar 47,14%,
Tryptophan-like 23,76%, Fulvic-like 32,03% dan 6%, Humic-like 34,77% dan 21,19, Allochtonous 43,46% dan 50,92. Tingkat korelasi kuat terdapat pada hubungan antara Fulvic-Like dengan UV 254, Humic-Like dengan UV 254, dan Allochtonous dengan UV 254.