Pengaruh Substitusi Limbah Las Karbit dan Limbah Kaca sebagai Bahan Penyusun Terhadap Kualitas Paving Block
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Paving block merupakan produk konstruksi yang banyak digunakan sebagai perkerasan,
trotoar, dan taman. Pasir dan semen adalah material utama penyusun paving block. Pada penelitian
ini dilakukan inovasi penggantian sebagian material semen menggunakan limbah las karbit dan pasir
menggunakan limbah kaca guna menjadi solusi terhadap masifnya penambangan material serta
untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan dengan memanfaatkan limbah. Kemiripan limbah
karbit dan semen terletak pada unsur kimianya yang mengandung CaO dan SiO2 yang berperan
menghasilkan zat perekat tambahan, tidak hanya itu butiran limbah karbit juga berbentuk serbuk
yang lolos ayakan no.100. Limbah kaca dari segi kehalusan butirannya mampu dijadikan sebagai
pengganti pasir dikarenakan butirannya lolos ayakan no. 4 (4,75 mm) sesuai dengan ketentuan
agregat halus pada SNI. Bahan kaca juga merupakan bahan dengan durabilitas yang tinggi dan kedap
air, sehingga akan meningkatkan mutu paving block. Penelitian ini dilakukan dengan mengganti
limbah kaca sebagai pasir secara konstan pada persentase 20% sebagai variabel terikat, sedangkan
limbah karbit sebagai pengganti semen pada persentase 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% sebagai variabel
bebas, dimana limbah dicampurkan secara bersamaan pada campuran paving. Dari hasil pengujian,
nilai yang paling optimal terjadi di paving block kontrol dengan kuat tekan rata-rata, daya serap air
rata-rata, dan keausan rata-rata sebesar 37,028 MPa, 7,633%, dan 0,268 mm/menit, diikuti paving
block dengan penggantian 2,5% limbah karbit terhadap semen dengan kuat tekan rata-rata, daya
serap air rata-rata, dan keausan rata-rata sebesar 22,180 MPa, 10,413%, dan 0,580 mm/menit, dan
paving block dengan penggantian 5% limbah karbit terhadap semen dan penggantian 20% limbah
kaca terhadap pasir dengan kuat tekan rata-rata, daya serap air rata-rata, dan keausan rata-rata
sebesar 14,910 MPa, 10,844%, dan 0,620 mm/menit. Disimpulkan dari hasil pengujian adanya
penurunan mutu saat ditambahkan kedua limbah dibandingkan dengan paving kontrol dan mutu
paving yang dihasilkan tidak sesuai syarat berdasarkan ketiga parameter SNI 03-0691-1996.