Estimasi Serapan Karbon Hutan Mangrove di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Hutan Mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi pemanasan global karena kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi stok karbon pada hutan mangrove, dengan menganalisis kandungan biomassa pada vegetasi dan kandungan karbon organik pada tanah mangrove. Metode yang digunakan untuk mengukur biomassa vegetasi yaitu metode alometrik yang dilakukan dengan mengukur diameter pohon mangrove setinggi dada. Selain itu metode yang digunakan untuk mengukur karbon organik tanah yaitu metode Walkley and Black dengan melakukan analisis di laboratorium. Dari hasil estimasi stok karbon dapat diestimasi serapan CO2 pada hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mangrove Baros di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki serapan karbon lebih rendah dibandingkan Mangrove Morosari di Jawa Tengah. Mangrove Baros memiliki nilai total stok karbon rata-rata sebesar 189,31 ton/ha dan nilai total serapan CO2 rata-rata sebesar
694,76 ton/ha. Sedangkan Mangrove Morosari memiliki nilai total stok karbon rata- rata sebesar 309,77 ton/ha dan nilai total serapan CO2 rata-rata sebesar 1.135,81
ton/ha. Perbedaan hasil estimasi karbon dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia mangrove, kesuburan tanah, kerapatan tanah, dan komposisi tanah.