Pengaruh Abu Boiler Kelapa Sawit Sebagai Pengganti sebagian Semen Terhadap Karakteristik Beton SCC Mutu Tinggi
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan teknologi beton terus mengalami kemajuan, salah satunya adalah inovasi Self Compacting Concrete (SCC) yang mampu memadat sendiri tanpa bantuan penggetar. SCC menawarkan alternatif pengecoran beton yang lebih efisien, seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas konstruksi. Namun, penggunaan semen portland yang umum dalam beton menghadirkan dampak negatif terhadap lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, limbah kelapa sawit berupa Palm Oil Fuel Ash (POFA) dapat digunakan sebagai pengganti semen karena sifat pozzolannya yang tinggi. POFA terbukti mampu meningkatkan kualitas beton, termasuk pada SCC mutu tinggi. Penggunaan POFA tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memanfaatkan limbah yang selama ini kurang termanfaatkan. Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan POFA dalam campuran beton SCC mutu tinggi untuk mengoptimalkan material ramah lingkungan serta meningkatkan kinerja beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik beton SCC mutu tinggi dengan menggunakan POFA sebagai pengganti sebagian semen. Campuran beton SCC sesuai dengan SNI-6468-2000, dengan variasi persentase POFA sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat total semen. Dalam komposisi beton, digunakan superplasticizer tipe viscorete 1003 sebesar 1%. Beton diuji pada usia 28 untuk menganalisis kuat tekan, kekuatan tarik belah, dan modulus elastisitas. Penelitian yang dihasilkan menunjukkan penggunaan POFA sebagai pengganti semen memengaruhi sifat mekanik dan kelecakan pada beton SCC mutu tinggi. Semakin tinggi persentase POFA yang digunakan dapat menurunkan tingkat kelecakan beton segar. Pengujian kuat tekan pada beton SCC mutu tinggi dengan penggunaan abu boiler kelapa sawit sebesar 10% dari berat semen mengalami kenaikan dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 50,29 MPa atau 5,4% lebih tinggi dari kuat tekan beton normal, nilai kuat tarik belah sebesar 4,044 MPa meningkat 4,8% dari kuat tarik belah beton normal. Pada pengujian modulus elastisitas berdasarkan data pengujian laboratorium diperoleh nilai optimum sebesar 34755,78 MPa pada variasi 0% POFA, sedangkan pengujian modulus elastisitas berdasarkan kuat tekan diperoleh nilai optimum sebesar 33327,06 MPa pada variasi 10% POFA, dan pada pengujian modulus elastisitas berdasarkan berat volume beton diperoleh nilai optimum sebesar 34628,81 MPa pada variasi 10% POFA.