<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Persyaratan Penangkalan pada Penggunaan Strategi Deterrence Rusia dalam Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Rusia memiliki strategi manajemen eskalasi yang memanfaatkan ancaman dari kekuatan senjata nuklir untuk mencegah agresor melakukan tindakan tertentu. Strategi ini dikenal dengan deterrence yang digunakan pada masa damai hingga perang skala besar. Penelitian ini akan membahas pengaruh persyaratan

penangkalan pada penggunaan strategi deterrence Rusia dalam konflik Rusia- Ukraina tahun 2022. Dengan menggunakan kerangka pemikiran yang dikemukakan

oleh Lebow dan Stein, strategi deterrence memiliki tiga persyaratan atau ketentuan yang akan menentukan keberhasilan dari penggunaan strategi tersebut. Tiga persyaratan tersebut adalah komitmen, kapabilitas, dan kredibilitas. Pertama, komitmen yang dilakukan Rusia berupa pernyataan larangan kehadiran militer Amerika Serikat di Ukraina dan bantuan persenjataan untuk Ukraina. Kedua, kapabilitas yang dimiliki Rusia mencakup modernisasi teknologi nuklir yaitu rudal Sarmat dan Kinzhal. Ketiga, kredibilitas retorika nuklir Rusia dibuktikan dalam latihan militer skala besar, pengambilalihan pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina, dan rencana penyebaran senjata nuklir di Belarus. Ketiga persyaratan tersebut telah membuat upaya strategi deterrence Rusia berhasil dalam menggagalkan rencana penerapan no-fly zone, membatasi bantuan persenjataan jenis tertentu, menghambat proses integrasi Ukraina ke dalam NATO, dan mencegah keterlibatan pasukan Amerika Serikat dalam konflik Rusia-Ukraina.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By