Perilaku Balok Vierendeel Beton Bertulang Dengan Variasi Jarak Pengaku
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Balok Vierendeel merupakan balok badan terbuka yang terdiri dari batang
tepi atas dan batang tepi bawah yang dihubungkan secara kaku dengan batang
transversal pada setiap jarak tertentu. Keunikan dari rangka Vierendeel ini yaitu tidak mempunyai batang diagonal, sehingga merupakan struktur berbentuk segiempat yang labiL
Kebanyakan dari struktur balok Vierendeel yang digunakan sekarang ini
terbuat dari bahan baja, sedangkan yang terbuat dari beton masih sedikit
. digunakan, hal inilah yang menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian
tentang balok vierendeel yang terbuat dari bahan lain yaitu beton bertulang
dimana peneliti melakukan penelitian mengenai variasi dari jarak pengaku pada
batang tranversal.
Penelitian tentang balok Vierendeel dengan variasi jarak dilakukan untuk
mendapatkan Perilaku pengaruh variasi rasio jarak pengaku (a) terhadap nilai
kekakuan (k) berdasar grafik hubungan beban-defleksi balok Vierendeel,
mengetahui besar pengaruh variasi rasio jarak pengaku (a) dan grafik momen kelengkungan
terhadap faktor kekakuan (EI), kekuatan ,dan daktilitas balok
Vierendeel, mengetahui ragam kegagalan yang terjadi. pada tiap elemen balok
bedasarkan kapasitas elemen dengan variasi (a/h) yang berbeda, dan mempelajari
pola kerusakan balok beton Vierendeel yang terjadi pada masing-masing variasi
(a/h). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada semua pihak
yang membutuhkan informasi tentang balok Vierendeel beton bertulang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dari
berbagai buku dan literature, perumusan masalahl, tujuan, pembatasan terhadap
permasalahan dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio
(a/h) struktur balok Vierendeel berpengaruh terhadap kekakuan balok
Vierendeeel, dimana nilai kekakuan (k) yang didapat dari keempat benda uji
berbeda menurut besarnya variasi a/h yaitu sebesar 5630,027 pada benda uji I,
untuk benda uji II, III, IV mengalami penurunan masing-masing sebesar 70.39%;
44,07% dan 20,53%. Berdasarkan grafik hubungan momen-kelengkungan
temyata variasi rasio (a/h) juga berpengaruh terhadap faktor kekakuan (EI) balok
Vierendeeel yaitu sebesar 346,0018 kN-m² untuk benda uji I, untuk benda uji II,
Ill, IV sebesar 231,7114 kN-m², 153,1761 kN-m² dan 78,4561 kN-m², kekuatan
dari benda uji II, III, IV mengalami penurunan berturut-turut sebesar 0.9238,
0.5665,0.2778 kali dari benda uji I, sedangkan untuk daktilitasnya pada masing-masing
benda uji I,II,III,IV berturutturut sebesar 1.7469, 1.7359, 1.7311, dan
2.0158. Dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak pengaku (a) nilai kekakuan
(k) dan faktor kekakuan (EI) semakin berkurang, hal ini disebabkan karena beban dan momen yang mampu ditahan balok vierendeel semakin kecil. Analisis balok vierendeel mengacu pada grafik Mn-Pn dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kegagalan yang terjadi adalah kerusakan akibat lentur,dan pola kerusakan yang teIjadi pada empat sampel benda uji sebagian besar terletak pada batang tepi dan sambungan diantara elemen batang tepi dan batang tranversal balok vierendeel.