Pemetaan Kerentanan Seismik Berbasis Mikrozonasi Menggunakan Metode HVSR (Horizontal To Vertical Spectral Ratio) Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang
| dc.Identifier.NIM | 20511195 | |
| dc.contributor.author | Nugrahatama, Aryasuta Danishwara | |
| dc.date.accessioned | 2025-12-29T08:16:31Z | |
| dc.date.available | 2025-12-29T08:16:31Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, yang terletak di lereng Gunung Merapi, memiliki risiko seismik tinggi karena kondisi geologinya yang didominasi material vulkanik dan aktivitas tektonik. Namun, minimnya data mikrozonasi gempa empiris di wilayah ini mendorong pentingnya penelitian untuk menilai kerentanan seismik menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) berbasis pengukuran mikrotremor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat peta mikrozonasi menggunakan distribusi parameter-parameter seismik seperti frekuensi dominan (Fg), amplifikasi (Ag), periode dominan (Tg), indeks kerentanan seismik (Kg), dan percepatan tanah puncak (PGA). Penelitian ini dilakukan di 42 titik yang tersebar di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dengan bantuan alat Lennartz LE-3D/20s. Setelah dilakukan pengambilan data di lapangan langkah selanjutnya adalah pengolahan data untuk mendapatkan parameter – parameter gempa yang diinginkan. Analisis yang digunakan dalam perhitungan parameter – parameter tersebut adalah menggunakan metode empiris Kanai dan menggunakan referensi gempa Mertoyudan pada tahun 2016. Hasil menunjukkan nilai Fg berkisar 0,8733–16,723 Hz (kategori sedang-tinggi), Ag 1,189–5,549 (rendah-sedang), Tg 0,0597–1,144 detik (merata kategori I–IV), dan Kg 0,3849– 12,908 (sebagian besar rendah-sedang). Nilai PGA permukaan 111,273–486,825 gal (0,1134– 0,4964g) atau setara 1,41–3,76 MMI, mengindikasikan potensi kerusakan ringan-sedang (skala VII– VIII BMKG). Sebanyak 3 dari 41 titik pengukuran menunjukkan kerentanan seismik tinggi, Titik ini tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Dukun, yaitu titik 2 di Desa Ketunggeng, titik 12 di Desa Mangunsoko, dan titik 14 pada Desa Dukun. Temuan ini Menjadi dasar rekomendasi mitigasi berbasis risiko dan perencanaan tata ruang berkelanjutan di kawasan vulkanik aktif. Penelitian membuktikan metode HVSR efektif dalam menyediakan data mikrozonasi seismik untuk wilayah dengan kompleksitas geologi seperti Kecamatan Dukun. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/59367 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Mikrotremor | en_US |
| dc.subject | Dukun | en_US |
| dc.subject | HVSR | en_US |
| dc.title | Pemetaan Kerentanan Seismik Berbasis Mikrozonasi Menggunakan Metode HVSR (Horizontal To Vertical Spectral Ratio) Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |