Pengaruh Tinggi Muka Air Waduk Terhadap Stabilitas Lereng dan Bahaya Piping pada Tubuh Bndungan Sangiran
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Bendungan Sangiran diresmikan dan mulai aktif beroperasi pada tahun 2000
dengan tipe urugan batu inti tegak yang mempunyai panjang puncak 137,40 meter
dan lebar 6 meter. Mengingat usia bendungan sudah melebihi 20 tahun, maka
analisis stabilitas suatu lereng perlu dilakukan terhadap kondisi suatu lereng
bendungan karena melewati beberapa tahun setalah bangunan fisiknya dibangun.
Hal tersebut perlu dilakukan karena berpotensi adanya perubahan parameter fisik
tanah pada tubuh bendungan terutama pada bendungan urugan dapat berupah
karena pengaruh perubahan cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
evaluasi secara keseluruhan tingkat keamanan Bendungan Sangiran yang ditinjau
dari rembesan, bahaya piping dan stabilitasnya.
Penelitian pada Bendungan Sangiran dilakukan tubuh bendungan yang
memiliki cross section yang paling tinggi, yaitu pada potongan melintang I atau
pada titik pengeboran BH 1 dengan data pengeboran yang diambil pada saat ipeksi
besar tahun 2017. Analisis rembesan dilakukan dengan menggunakan Software
Geostudio Seep/W untuk mengetahui pola aliran rembesan bendungan. Sedangkan
untuk anilisis stabilitas bendungan digunakan Software Geostudi Slope/W yang
kemudian akan didapat nilai faktor keamaan dari bendungan tersebut. Permodelan
yang dilakukan mempertimbangkan 4 kondisi yaitu kondisi muka air minimum,
normal, banjir dan muka air surut tiba-tiba (rapid drawdown), dengan penambahan
beban gempa OBE dan MDE dan tanpa beban gempa.
Sesuai persyaratan Pedoman Grouting untuk Bendungan Departemen
Pekerjaa Umum-SDA, yaitu 1% dari debit inflow sebesar 7,5 x 10-2 m3
/s maka dapat
disimpulkan debit rembesan Bendungan Sangiran dalam kondisi aman karena
diperoleh debit rembesan pada kondisi muka air normal diperoleh nilai sebesar
1,5128 x 10-3 m3
/s, pada muka air banjir sebesar 1,6309 x 10-3 m3
/s, dan pada
kondisi muka air minimum sebesar 5,9878 x 10-4 m3
/s. Sedangkan untuk faktor
keamanan terhadap piping diperoleh nilai 3,5557 untuk kondisi muka air normal,
3,4968 untuk muka air banjir, dan 5,8479 untuk kondisi muka air minimum. Hal
tersebut menunjukan Bendungan Sangiran aman terhadap piping degan syarat SF>
3 s/d 4. Menurut SNI 8064:2016 (Metode Analisis tabilitas Lereng Statik
Bendungan Urugan), stabilitas Bendungan Sangiran dalam kondisi aman. Hal
tersebut karena nilai faktor keamanan bendungan telah memenuhi persyaratan,
yaitu kondisi paling kritis pada muka air banjir sebesar 1,608 > 1,5 (Aman). Pada
kondisi dengan beban gempa OBE sebesar 1,534 > 1,2 (Aman). Pada kondisi
dengan beban gempa MDE sebesar 1,492 > 1,0 (Aman).