Pengaruh Tinggi Muka Air Waduk Terhadap Stabilitas Lereng dan Bahaya Piping pada Tubuh Bndungan Sangiran
| dc.Identifier.NIM | 16511218 | |
| dc.contributor.author | Astarina, Serly Dwi | |
| dc.date.accessioned | 2024-10-23T07:11:09Z | |
| dc.date.available | 2024-10-23T07:11:09Z | |
| dc.date.issued | 2022 | |
| dc.description.abstract | Bendungan Sangiran diresmikan dan mulai aktif beroperasi pada tahun 2000 dengan tipe urugan batu inti tegak yang mempunyai panjang puncak 137,40 meter dan lebar 6 meter. Mengingat usia bendungan sudah melebihi 20 tahun, maka analisis stabilitas suatu lereng perlu dilakukan terhadap kondisi suatu lereng bendungan karena melewati beberapa tahun setalah bangunan fisiknya dibangun. Hal tersebut perlu dilakukan karena berpotensi adanya perubahan parameter fisik tanah pada tubuh bendungan terutama pada bendungan urugan dapat berupah karena pengaruh perubahan cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi secara keseluruhan tingkat keamanan Bendungan Sangiran yang ditinjau dari rembesan, bahaya piping dan stabilitasnya. Penelitian pada Bendungan Sangiran dilakukan tubuh bendungan yang memiliki cross section yang paling tinggi, yaitu pada potongan melintang I atau pada titik pengeboran BH 1 dengan data pengeboran yang diambil pada saat ipeksi besar tahun 2017. Analisis rembesan dilakukan dengan menggunakan Software Geostudio Seep/W untuk mengetahui pola aliran rembesan bendungan. Sedangkan untuk anilisis stabilitas bendungan digunakan Software Geostudi Slope/W yang kemudian akan didapat nilai faktor keamaan dari bendungan tersebut. Permodelan yang dilakukan mempertimbangkan 4 kondisi yaitu kondisi muka air minimum, normal, banjir dan muka air surut tiba-tiba (rapid drawdown), dengan penambahan beban gempa OBE dan MDE dan tanpa beban gempa. Sesuai persyaratan Pedoman Grouting untuk Bendungan Departemen Pekerjaa Umum-SDA, yaitu 1% dari debit inflow sebesar 7,5 x 10-2 m3 /s maka dapat disimpulkan debit rembesan Bendungan Sangiran dalam kondisi aman karena diperoleh debit rembesan pada kondisi muka air normal diperoleh nilai sebesar 1,5128 x 10-3 m3 /s, pada muka air banjir sebesar 1,6309 x 10-3 m3 /s, dan pada kondisi muka air minimum sebesar 5,9878 x 10-4 m3 /s. Sedangkan untuk faktor keamanan terhadap piping diperoleh nilai 3,5557 untuk kondisi muka air normal, 3,4968 untuk muka air banjir, dan 5,8479 untuk kondisi muka air minimum. Hal tersebut menunjukan Bendungan Sangiran aman terhadap piping degan syarat SF> 3 s/d 4. Menurut SNI 8064:2016 (Metode Analisis tabilitas Lereng Statik Bendungan Urugan), stabilitas Bendungan Sangiran dalam kondisi aman. Hal tersebut karena nilai faktor keamanan bendungan telah memenuhi persyaratan, yaitu kondisi paling kritis pada muka air banjir sebesar 1,608 > 1,5 (Aman). Pada kondisi dengan beban gempa OBE sebesar 1,534 > 1,2 (Aman). Pada kondisi dengan beban gempa MDE sebesar 1,492 > 1,0 (Aman). | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/53026 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Stabilitas Bendungan | en_US |
| dc.subject | Rembesan | en_US |
| dc.subject | Faktor Keamanan | en_US |
| dc.subject | Geostudio | en_US |
| dc.title | Pengaruh Tinggi Muka Air Waduk Terhadap Stabilitas Lereng dan Bahaya Piping pada Tubuh Bndungan Sangiran | en_US |
| dc.title.alternative | (Influence Of Water Level Pof Dam Due To Slope Stability And Piping On Sangiran Dam) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |