<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perbandingan Hasil Recovery File Terhadap Penghapusan File Menggunakan Perintah Sdelete dan Shift+Delete

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Pemulihan data yang telah dihapus merupakan aspek penting dalam investigasi digital forensik, terutama dalam mengidentifikasi barang bukti yang relevan. Penelitian ini melakukan perbandingan terhadap hasil recovery file yang dihapus menggunakan perintah Sdelete dan kombinasi tombol Shift+Delete dengan mengevaluasi tiga tools file carving, yaitu Autopsy, Magnet Axiom, dan PhotoRec. Sdelete merupakan metode penghapusan penimpaan data berbasis standar Department of Defense (DoD) 5220.22-M, sedangkan Shift+Delete hanya menghapus referensi file tanpa menimpa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa file yang dihapus menggunakan Sdelete tidak dapat dipulihkan oleh ketiga tools, baik dari segi temuan artefak maupun nilai hash. Jika dibandingkan dengan Sdelete, file yang dihapus menggunakan Shift+Delete masih dapat dipulihkan dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi. PhotoRec memiliki tingkat pemulihan tertinggi (90%), diikuti oleh Autopsy (88%) dan Magnet Axiom (60%). Dari segi kesesuaian nilai hash, PhotoRec mencapai 80%, sementara Autopsy 76% dan Magnet Axiom 50%. Temuan ini mengonfirmasi bahwa tools file carving yang digunakan pada penelitian ini tidak dapat melakukan recovery file jika data tersebut dihapus menggunakan teknik hapus Sdelete dan sebaliknya dapat dilakukan recovery jika hanya dihapus menggunakan Shift+Delete.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By