<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Taman Rekreasi Budaya Di Kota Batam Upaya Mewujudkan Arsitektur Melayu dan Landsekap dengan Pendekatan Green Development

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Laporan tugas akhir ini mengacu pada kebutuhan masyarakat akan rekreasi terutama yang mengandung nilai budaya di Kota Batam. Yang sengaja dirancang dengan tujuan mewadahi aktifitas rekreasi masyarakat yang mengandung nuansa tradisional khas kota batam yang diwujudkan melalui pendekatan arsitek melayu dan green development sebagai dasar perancangan. Sejauh ini belum ada pusat rekreasi yang dapat mewadahi seluruh aktifitas rekreasi masyarakat terutama yang mengandung nilai – nilai budaya dan tradisi yang sangat kuat. Oleh sebab itu gagasan konsep taman rekreasi budaya ini diharapkan dapat memberikan nuansa baru. Dampak yang dihasilkan oleh rancangan dapat menyegarkan kembali fisik, mental, dan mempertinggi daya kreasi masyarakat kota batam khususnya. Metode perancangan yang digunakan ialah dengan menggunakan tahapan problem seeking dan problem solving yang meliputi pengumpulan informasi mengenai program pemerintah yang berkaitan dengan perencanaan tempat rekreasi, sarana edukasi pada bangunan dan analisis perancangan yang berkaitan dengan rekreasi, budaya dan green development. Yang akan mencakup hubungan yang baik antara manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan lingkungannya serta kebudayaan melayu yang akan ditransformasikan kedalam bentuk landscape dan bangunan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dari pembangunan. Dalam perancangan taman budaya ini akan dilakukan pendekatan melalui Toronto green development standart. Hasil dari analisis berupa perancangan taman rekreasi budaya yang memiliki nilai arsitektur melayu dan pengolahan potensi landscape. Untuk nilai arsitektur melayunya diperkuat oleh unsur – unsur fisik khas melayu mulai dari bentukan atap dengan bumbungan panjang sederhana dan tinggi, kemudian dinding dengan material utama kayu, panggung yang menjadi ciri khas rumah melayu, tangga picak yang merupakan tangga pipih yang terbuat dari papan tebal, kemudian ragam hias yang merupakan ornament khas arsitektur melayu yang memiliki makna disetiap symbol ornamentnya. Untuk landscape diolah mulai dari vegetasi pemilihan tanaman dan pohon yang digunakan sesuai fungsi serta penempatannya, pengolahan permukaan tanah yang diatur dengan penataan pola lanscape, mengatur aliran air dengan membuat sumur peresapan sebagai alternative seluruh aliran airnya tidak ditampung oleh real kota, kemudian pengaturan perkerasan sebagai penentu mobilitas didalam site untuk mengatur sirkulasi yang baik dan efektif,serta konstruksi struktur panggung dengan penggunaan pondasi umpak sebagai strukturnya. Kata kunci : taman rekreasi, arsitektur melayu, budaya, green development.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By