<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Sistem Saluran Sekunder Jaringan Irigasi Moayat Pawak di Daerah Sulawesi Utara

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penyediaan air untuk kebutuhan irigasi adalah salah satu upaya untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Kebutuhan pokok pangan masyarakat yang semakin meningkat tiap tahun merupakan tantangan pemerintah untuk menyediakan jaringan irigasi yang efektif dan efisien.Membangun jaringan irigasi yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan air tanaman bukanlah persoalan yang mudah. Terlebih untuk jaringan irigasi teknis dengan luas areal pelayanan lebih dari 2000 Ha. Menurunnya kinerja jaringan irigasi dapat menurunkan produktifitas pertanian. Maka dari itu perlu adanya evaluasi jaringan irigasi terhadap jaringan-jaringan irigasi yang sudah ada untuk menjaga kinerja jaringan irigasi efektif dan efisien untuk pemenuhan penyediaan air untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Di Saluran Sekunder jaringan irigasi Moayat terdapat banyak persoalan mulai dari ketidakpatuhan petani dengan kalender tanam yang ditetapkan pemerintah, kurang meratanya distribusi air hingga kerusakan-kerusakan di sepanjang saluran irigasi. Saluran ini mempunyai areal pelayanan seluas 1391 Ha. Maka dari itu perlu adanya evaluasi terhadap kinerja dan efisiensi dari jaringan irigasi pada daerah irigasi Moayat Pawak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tanam yang paling sesuai dengan kondisi klimatologi di lapangan dengan melakukan perhitungan NFR dan kemudian dipilih nilai NFR untuk mengetahui awal penyiapan lahan yang paling efesien untuk suplai air irigasi. Kemudian untuk mengetahui seberapa besar debit yang dibutuhkan tanaman secara teoritis dengan nilai NFR yang sudah dihitung sebelumnya. Kemudian untuk mengetahui perbandingan debit sesuai kebutuhan air tanaman dengan debit yang ada di lapangan (pengambilan data kecepatan aliran di lapangan menggunakan metode manual pelampung) dengan verifikasi data debit terukur dari Stasiun Pengamatan moayat. Dan terakhir untuk mengetahui besaran efisiensi irigasi dengan membandingkan debit yang masuk dan debit yang dialirkan untuk mengetahui kinerja penyaluran air di Saluran Sekunder Moayat Pawak Dari penelitian ini diketahui bahwa pola tanam yang paling baik adalah mulai dari penyiapan lahan bulan november 1 dengan pola tanam padi-padi-palawija, debit yang dibutuhkan untuk mengairi seluruh luasan daerah pelayanan Saluran Sekunder Moayat Pawak adalah sebesar 3197,267 liter/detik dengan NFR sebesar 12,71 mm/hari. Efisiensi irigasi rata-rata Saluran Sekunder Moayat Pawak hanya berkisar pada 8% sampai 45%. Dibawah efisiensi yang dipersyaratkan dalam buku Kriteria Perencanaan Irigasi (KP-01, 2013) sebesar 90%. Maka saluran sekunder Moayat Pawak tergolong tidak baik secara efisiensi irigasi, tetapi tidak secara pemerataan distribusi air karena masih banyak ditemukan pemborosan dalam bukaan pintu ke saluran-saluran beberapa saluran tersier.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By