<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pusat Kebudayaan Betawi di Jakarta Sebuah Pendekatan Aspek Estetika Instrumental Melalui KarakterTeater Lenong Betawi

dc.contributor.authorDecca Evry Nugroho, 95340036
dc.date.accessioned2020-06-15T01:22:42Z
dc.date.available2020-06-15T01:22:42Z
dc.date.issued2000
dc.description.abstractKebudayaan sebagai kata benda berarti hasil dari pemikiran akal budi manusia, arti lain sebagai kata kerja yang berarti sebuah proses pembelajaran. Arti yang terakhir memiliki muatan bahwa kebudayaan bukan hanya 'sebuah benda' yang memperkaya adat istiadat dari wilayah tertentu, tetapi jauh cenderung lebih ke masa yang akan datang, yaitu bagaimana manusia sebagai subyek dari kebudayaan mampu menghadapi masa depan dengan memiliki pedoman nilai-nilai kebudayaan yang mereka miliki. Subyek kebudayaan Betawi dalam usahanya menjadikan kebudayaannya sebagai proses pembelajaran, makin tergusur atau kalah dengan kemajuan jaman tersebut. Mereka terpaksa menyingkir akibat ketidakmampuan mengcounter-attack kebudayaan-kebudayaan asing yang muncul menerjang. Kesadaran untuk melestarikan dan menyampaikan nilai-nilai kebudayaan yang luhur tersebut sangatlah kurang, dikarenakan tidak adanya wadah khusus untuk manampung kegiatan kebudayaan Betawi. Dengan hadirnya Pusat Kebudayaan Betawi yang berlokasi di wilayah cagar budaya Betawi ini, diharapkan menjadi wahana pengembangan dan pelestarian kreatifitas kesenian, sebagai kontrol sosial, pusat informasi dan dokumentasi serta menjalin pemikiran-pemikiran kritis. Bahasa arsitektural yang digunakan merupakan penerapan dari aspek-aspek estetika instrumental yaitu bentuk, struktur, suasana dan gagasan. Kemudian aspek-aspek tersebut ditransformasikan ke dalam desain berdasarkan karakter-karakter yang ada pada seni teater rakyat lenong Betawi seperti alur cerita, penokohan, tendensi komikal, eksposisi atau pemaparan dan improvisasi. Rancangan yang dihasilkan yaitu suatu rancangan komposisi massa yang terbentuk melalui transformasi karakter lenong Betawi ke dalam aspek estetika instrumental yang di acak menjadi pola dan bentuk baru, kemudian dikombinasikan menjadi sebuah bentuk dua dan tiga dimensi. Melalui penumpangtindihan, pergeseran dan rotasi akan menjadi gubahan dan penampilan massa bangunan. Metode tersebut juga diterapkan dalam perancangan lansekap.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/21369
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPusat Kebudayaan Betawi di Jakartaen_US
dc.subjectPendekatan Aspek Estetika Instrumentalen_US
dc.subjectKarakterTeater Lenong Betawien_US
dc.titlePusat Kebudayaan Betawi di Jakarta Sebuah Pendekatan Aspek Estetika Instrumental Melalui KarakterTeater Lenong Betawien_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
95340036 Decca Evry Nugroho.pdf
Size:
4.06 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections