<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penjatuhan Pidana Berdasarkan Pertimbangan Ketentuan di Luar Surat Dakwaan dalam Perkara Tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak (Studi Kasus Putusan Nomor 113/Pid.Sus/2023/PT BDG)

dc.Identifier.NIM22410706
dc.contributor.authorIkaranti, Sakha Nasywa
dc.date.accessioned2026-07-20T06:50:38Z
dc.date.available2026-07-20T06:50:38Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis fenomena disparitas vonis dan terobosan hukum dalam Putusan Nomor 113/Pid.Sus/2023/PT BDG yang dilakukan oleh Majelis Hakim mengenai tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh ayah sambung. Permasalahan hukum utama dalam penelitian ini adalah ketepatan pertimbangan Majelis Hakim yang menjatuhkan pidana berdasarkan Pasal 81 ayat (5) UU Perlindungan Anak, sebuah ketentuan pemberatan yang tidak dicantumkan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya. Dengan menggunakan pisau analisis teori Tujuan Hukum Gustav Radbruch dan teori Utilitarianisme John Stuart Mill, penelitian ini mengkaji bagaimana Majelis Hakim menyeimbangkan nilai kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan substantif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek kepastian hukum, tindakan hakim tersebut mencederai asas legalitas formil dan melanggar batasan musyawarah hakim sebagaimana diatur dalam Pasal 182 ayat (4) KUHAP, yang mewajibkan putusan didasarkan pada surat dakwaan. Namun, ditinjau dari aspek kemanfaatan kolektif, hakim menerapkan prinsip “everybody to count for one, nobody to count for more than one” untuk mendahulukan kepentingan perlindungan anak dan tujuan preventif umum di atas formalitas prosedur. Lebih lanjut, dari sisi keadilan sendiri, putusan ini merupakan implementasi paradigma keadilan restoratif yang berorientasi pada pemulihan (restoration) hak moral dan martabat korban atas penderitaan permanen yang dialaminya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terjadi cacat prosedural, langkah Majelis Hakim tersebut merupakan diskresi demi menjaga marwah hukum sebagai instrumen perlindungan kemanusiaan yang tertinggi.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/64623
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPersetubuhan Anaken_US
dc.subjectSurat Dakwaanen_US
dc.subjectKepastian Hukumen_US
dc.subjectKemanfaatanen_US
dc.subjectKeadilan Restoratifen_US
dc.titlePenjatuhan Pidana Berdasarkan Pertimbangan Ketentuan di Luar Surat Dakwaan dalam Perkara Tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak (Studi Kasus Putusan Nomor 113/Pid.Sus/2023/PT BDG)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22410706.pdf
Size:
605 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections