<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Limpasan Drainase Kecamatan Depok, Sleman

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kecamatan Depok merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman yang memiliki angka pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan perubahan fungsi lahan yang menjadi lahan terbangun, sehingga mempengaruhi kemampuan lahan untuk menerima air hujan. Kecamatan Depok juga merupakan wilayah yang tergolong padat penduduk dan bangunan sehingga perlu memikirkan alternatif lain untuk memitigasi genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai debit limpasan yang terjadi di Kecamatan Depok akibat perubahan tata penggunaan lahan pada tahun 2017, 2020 dan 2023 beserta cara untuk mitigasi genangan dengan perencanaan saluran drainase dan pengaplikasian konsep sponge city. Penelitian ini melalui tahapan analisis hidrologi dengan analisis intensitas menggunakan metode monobe, dilanjutkan dengan menentukan daerah tangkapan air menggunakan software QGIS, menentukan nilai koefisien limpasan berdasarkan peta tata penggunaan lahan sehingga mendapatkan debit limpasan menggunakan pendekatan metode rasional yang selanjutnya dibandingkan dengan debit limpasan Peta RTRW. Penelitian ini diakhiri dengan perencanaan saluran drainase dan sponge city. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa di Kecamatan Depok di tahun 2020 mayoritas DTA mengalami peningkatan nilai debit limpasan dibandingkan dari tahun 2017, sedangkan di tahun 2023 mayoritas DTA mengalami penurunan debit limpasan. Dari hasil perbandingan dapat disimpulkan bahwa 102 DTA dari 204 DTA yang sudah melebihi debit limpasan RTRW. Untuk perencanaan saluran drainase didapatkan sebanyak 239 saluran yang beberapanya dilengkapi dengan bangunan terjun. Pengaplikasian konsep sponge city terbukti dapat mereduksi debit limpasan dari skenario low-LID, mid-LID dan high-LID berturut-turut dengan rata-rata sebesar 7,07%; 14,15% dan 28,30% dari nilai debit limpasan skenario baseline.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By