<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Sistem Pemidanaan Tindak Pidana Pembakaran Hutan di Kawasan Konservasi Berbasis Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Studi Perbandingan antara Indonesia dan Australia)

dc.Identifier.NIM22410530
dc.contributor.authorMaruf, Muhammad Nashih
dc.date.accessioned2026-09-04T06:10:22Z
dc.date.available2026-09-04T06:10:22Z
dc.date.issued2026
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan sistem pemidanaan tindak pidana pembakaran hutan di kawasan konservasi antara Indonesia dan Australia serta merumuskan formulasi sistem pemidanaan yang berbasis Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDHAE). Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan hukum. Bahan hukum yang digunakan meliputi peraturan perundang-undangan Indonesia dan Australia, doktrin hukum, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemidanaan Indonesia dan Australia memiliki persamaan dalam tujuan melindungi kawasan konservasi dan memberikan sanksi terhadap pelaku pembakaran hutan. Namun, sistem hukum Australia lebih komprehensif karena membedakan secara tegas bentuk kesalahan antara kesengajaan dan kelalaian, memberikan perlindungan khusus terhadap keanekaragaman hayati sebagai kepentingan hukum yang mandiri, serta mengintegrasikan mekanisme pemulihan lingkungan melalui environmental restoration order. Sebaliknya, sistem pemidanaan dalam Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya masih berorientasi pada delik sengaja, belum mengatur delik kelalaian (culpa) secara eksplisit, dan belum menempatkan pemulihan ekosistem sebagai instrumen utama dalam sistem pemidanaan. Berdasarkan prinsip-prinsip KSDHAE dan tujuan pemidanaan dalam KUHP Nasional, formulasi yang diusulkan meliputi peningkatan ancaman pidana terhadap pembakaran yang dilakukan dengan sengaja, penambahan unsur pemberat berupa kerusakan keanekaragaman hayati dan ekosistem, pembentukan delik kelalaian (culpa) secara eksplisit, serta pengintegrasian kewajiban pemulihan ekosistem (ecological restoration) sebagai bagian dari pertanggungjawaban pidana.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/66727
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKawasan Konservasi, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pembakaran Hutan, Perbandingan Hukum, Sistem Pemidanaanen_US
dc.titleSistem Pemidanaan Tindak Pidana Pembakaran Hutan di Kawasan Konservasi Berbasis Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Studi Perbandingan antara Indonesia dan Australia)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 3 of 3
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22410530_Daftar Pustaka.pdf
Size:
129.55 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22410530_BAB 1.pdf
Size:
330.04 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
22410530.pdf
Size:
1.47 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections