Perancangan Apartemen Berbasis Tod Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku Di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Dalam perancangan ini terdapat dua isu utama yang menjadi acuan dalam penerapan konsep-konsep arsitektur, isu yang pertama adalah terkait backlog perumahan yang terjadi di provinsi Yogyakarta, dari data yang sudah didapatkan dari Dinas PUP-ESDM DIY pada tahun 2018, terdapat 88.568 KK yang tidak menghuni suatu tempat tinggal, angkat ini tergolong besar untuk satu provinsi, dan mayoritas dari 88.568 KK tersebut adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), masyarakat miskin, masyarakat kelas menengah, dari 3 varian yang ada dalam jumlah backlog perumahan ini dipilih lah salah satu sasaran pengguna, yaitu masyarakat kelas menengah, hal ini disebabkan karena dua alasan yaitu kemampuan daya beli pada segment kelas menengah lebih menjanjikan dan karena tempat kerja bagi kelas menengah berada di pusat - pusat kota, sehingga apabila perancangan apartemen ini diletakkan di lokasi yang strategis maka masyarakat kelas menengah lebih tertarik untuk membelinya, selain isu dari backlog ada satu isu yang menjadi fokus pada perancangan ini, yaitu isu keterbatasan lahan untuk dibangun, faktanya di provinsi Yogyakarta sudah sangat sedikit lahan yang digunakan untuk membangun permukiman, dengan total 318.000 hektare lebih dari 20% lahan nya sudah digunakan untuk permukiman dan perumahan yaitu 91.148 hektare pada tahun 2022, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa setiap tahunnya akan berkurang untuk lahan permukiman dan perumahan,
Maka dari itu perancangan ini berfokus kepada Perancangan Apartemen Berbasis TOD dengan pendekatan arsitektur perilaku, yang pertama adalah bangunan berbasis TOD, dimana pada penerapan konsep TOD ini sendiri lebih berfokus bagaimana mengintegrasikan bangunan utama dengan Hub - hub yang ada di sekitar bangunan, yang pada hasil akhirnya dapat mengintegrasikan langsung pengguna dengan moda transportasi umum. yang kedua yaitu arsitektur perilaku untuk menyelesaikan permasalahan terkait kenyamanan bagi pengguna, terutama kenyamanan dalam beraktivitas, bagaimana apartemen tersebut dapat mewadahi dari aktivitas pengguna.
Harapannya pada rancangan ini dapat memberikan solusi setidaknya 5 persen dari jumlah backlog perumahan di yogyakarta dapat terpenuhi dan dapat menyuguhkan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Middle Class atau generasi millenial dengan memberikan kebebasan layout pada hunian yang di inginkan.