Pengaruh Metode Perawatan Beton Terhadap Mutu Beton Ditinjau dari Kuat Tekan, Modulus Elastisitas dan Kuat Lentur
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Beton merupakan salah satu material utama dalam konstruksi yang kekuatannya sangat dipengaruhi oleh metode perawatan selama proses hidrasi. Perawatan beton bertujuan menjaga kelembapan agar hidrasi semen berjalan optimal dan menghasilkan beton dengan kekuatan sesuai mutu rencana. Metode perawatan paling optimal adalah perendaman, tetapi sulit diterapkan di lapangan. Oleh karena itu, dikembangkan berbagai metode alternatif, seperti penyiraman dan penyemprotan curing compound. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh empat metode perawatan perendaman, penyiraman, penyemprotan curing compound, dan tanpa perawatan terhadap kuat tekan, modulus elastisitas, dan kuat lentur beton. Perhitungan perencanaan campuran beton menggunakan campuran beton normal berdasarkan SNI 2834-2000 dengan mutu rencana 30 MPa. Perawatan beton dilakukan secara berkelanjutan hingga umur beton 28 hari. Digunakan sampel berupa 20 silinder untuk uji kuat tekan dan modulus elastisitas serta 12 balok untuk uji kuat lentur. Hasil pengujian kuat tekan dengan metode perendaman, penyiraman, penyemprotan curing compound, dan tanpa perawatan berturut-turut 30,59 MPa, 23,36 MPa, 21,94 MPa, dan 19,95 MPa. Modulus elastisitas berturut-turut adalah 28464,34 MPa, 24387,47 MPa, 23693, 22 MPa, dan 22694,22 MPa. Kuat lentur berturut-turut adalah 4,6029 MPa, 4,1136 MPa, 3,5228 MPa, dan 3,2509 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman merupakan metode perawatan terbaik. Namun, karena tidak dapat diterapkan di lapangan, penyiraman direkomendasikan untuk konstruksi gedung, sedangkan penyemprotan curing compound cocok untuk perkerasan jalan. Beton tanpa perawatan mengalami penurunan kekuatan yang signifikan hingga 34%, menunjukkan pentingnya metode perawatan yang tepat guna menjaga mutu dan durabilitas beton.