Optimasi Proporsi Bahan Subtitusi dalam Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan menggunakan Metode Artificial Neural Network
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Sektor konstruksi memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, dengan
kontribusi 10,23% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan I tahun 2024. Beton,
sebagai material utama dalam berbagai pembangunan, memiliki keunggulan seperti kekuatan tekan
tinggi dan ketahanan yang baik, namun memiliki kelemahan terhadap gaya tarik. Upaya optimalisasi
kuat tekan beton melalui penggunaan bahan substitusi, seperti fly ash, superplasticizer, dan blast
furnace slag, telah dilakukan guna meningkatkan performa beton. Namun, tantangan muncul dalam
menentukan proporsi bahan substitusi yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan
metode Artificial Neural Network (ANN) untuk memprediksi kuat tekan beton dan mengoptimalkan
proporsi bahan substitusi.
Model ANN yang dikembangkan menunjukkan kemampuan prediksi yang baik, dengan nilai
Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 8,53%, Root Mean Square Error (RMSE)
sebesar 3,98 MPa, dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,92. Hasil prediksi kuat tekan
menunjukkan bahwa proporsi fly ash optimal adalah 18,9% pada umur beton 28 hari, dan
penggunaan superplasticizer 1% pada proporsi fly ash 24,1% memberikan peningkatan kuat tekan
maksimum sebesar 21,83%. Proporsi superplasticizer yang optimal adalah 1%, dengan peningkatan
kuat tekan sebesar 35,71% pada umur 14 hari. Penggunaan blast furnace slag optimal adalah 22,8%,
dengan kuat tekan maksimum 43,29 MPa pada umur 28 hari. Penambahan superplasticizer 0,2%
pada proporsi blast furnace slag 25% juga memberikan hasil yang baik. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa metode ANN efektif dalam mengoptimalkan proporsi bahan substitusi untuk mencapai kuat
tekan beton yang optimal, memberikan pendekatan yang lebih adaptif dan akurat dalam desain
campuran beton untuk aplikasi konstruksi di Indonesia.