<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Pusat Ekowisata Mangrove Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi di Pangkal Babu, Kuala Tungkal, Jambi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kuala Tungkal berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Provinsi Jambi, dengan luas wilayah ± 5.503,5 Km, dan ± 200 hektar merupakan Hutan Mangrove yang terletak di Pangkal Babu. Kuala Tungkal memiliki sekitar 6 objek wisata, Ekowisata Mangrove Pangkab Babu sebagai salah satu objek wisata unggulan, berfungsi tidak hanya sebagai tempat rekreasi tetapi juga sebagai tempat konservasi mangrove. Namun, fasilitas dan bangunan di ekowisata ini belum sepenuhnya memenuhi sesuai rencana pariwisata pemerintah. Perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang fasilitas ekowisata di Pangkal Babu dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem mangrove dan pesisir mangrove. Pendekatan arsitektur ekologi diusulkan sebagai solusi, yang menekankan interaksi harmonis antara manusia dan alam, penggunaan energi efisien, serta pemanfaatan sumber daya alam. Melalui penerapan konsep ini, diharapkan perancangan ulang ekowisata mangrove dapat memenuhi fungsi rekreasi, edukasi dan konservasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan ekosistem di sekitarnya, sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan pusat ekowisata mangrove. Hasil desain menunjukkan bahwa bangunan yang dirancang dengan pendekatan ekologi mampu terintegrasi secara maksimal dengan alam. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya kebutuhan massa bangunan berdasarkan hasil analisis suntool dan tidak merusak ekosistem mangrove dengan mengisi dibagian yang kosong. Menggunakan kembali material pembongkaran bangunan eksisting serta pengujian terhadap penghawaan alaimi dengan CFD menunjukan bangunan berhasil memanfaatkan penghawaan alami didalam bangunan dengan kecepatan udara sesuai standar yaitu 0,1-1,5 m/s. Bangunan juga berhasil memasukkan pencahayaan alami yang sesuai standar pada rata-rata 60% dari area dalam bangunan, hal ini dibuktikan melalui pengujian Dialux.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By