<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Pusat Ekowisata Mangrove Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi di Pangkal Babu, Kuala Tungkal, Jambi

dc.Identifier.NIM21512032
dc.contributor.authorListiani, Lysa
dc.date.accessioned2025-11-04T06:14:06Z
dc.date.available2025-11-04T06:14:06Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractKuala Tungkal berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Provinsi Jambi, dengan luas wilayah ± 5.503,5 Km, dan ± 200 hektar merupakan Hutan Mangrove yang terletak di Pangkal Babu. Kuala Tungkal memiliki sekitar 6 objek wisata, Ekowisata Mangrove Pangkab Babu sebagai salah satu objek wisata unggulan, berfungsi tidak hanya sebagai tempat rekreasi tetapi juga sebagai tempat konservasi mangrove. Namun, fasilitas dan bangunan di ekowisata ini belum sepenuhnya memenuhi sesuai rencana pariwisata pemerintah. Perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang fasilitas ekowisata di Pangkal Babu dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem mangrove dan pesisir mangrove. Pendekatan arsitektur ekologi diusulkan sebagai solusi, yang menekankan interaksi harmonis antara manusia dan alam, penggunaan energi efisien, serta pemanfaatan sumber daya alam. Melalui penerapan konsep ini, diharapkan perancangan ulang ekowisata mangrove dapat memenuhi fungsi rekreasi, edukasi dan konservasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan ekosistem di sekitarnya, sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan pusat ekowisata mangrove. Hasil desain menunjukkan bahwa bangunan yang dirancang dengan pendekatan ekologi mampu terintegrasi secara maksimal dengan alam. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya kebutuhan massa bangunan berdasarkan hasil analisis suntool dan tidak merusak ekosistem mangrove dengan mengisi dibagian yang kosong. Menggunakan kembali material pembongkaran bangunan eksisting serta pengujian terhadap penghawaan alaimi dengan CFD menunjukan bangunan berhasil memanfaatkan penghawaan alami didalam bangunan dengan kecepatan udara sesuai standar yaitu 0,1-1,5 m/s. Bangunan juga berhasil memasukkan pencahayaan alami yang sesuai standar pada rata-rata 60% dari area dalam bangunan, hal ini dibuktikan melalui pengujian Dialux.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/58586
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkowisataen_US
dc.subjectMangroveen_US
dc.subjectArsitektur Ekologien_US
dc.subjectPasang Suruten_US
dc.subjectKuala Tungkalen_US
dc.titlePerancangan Pusat Ekowisata Mangrove Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi di Pangkal Babu, Kuala Tungkal, Jambien_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21512032.pdf
Size:
17.97 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections