<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Sistem Manajemen Tanggap Darurat Bencana dan Kebakaran Pada Gedung FTI UII Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Keselamatan adalah aspek yang sangat penting dalam lingkungan kerja maupun lingkungan belajar. Gedung yang digunakan untuk kegiatan akademik dan riset seperti Gedung FTI UII Yogyakarta harus memastikan bahwa sistem manajemen tanggap darurat bencana dan kebakaran terintegrasi dengan baik, serta selalu siap digunakan dalam situasi darurat. Kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana serta kebakaran di Gedung FTI UII Yogyakarta tak terlepas dari kompleksitas kebijakan, regulasi, dan standar keselamatan yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah maupun lembaga internasional. Evaluasi terhadap sistem manajemen tanggap darurat ini menjadi penting guna memastikan keselarasan dan kepatuhan terhadap kerangka kerja yang telah ditetapkan. Dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder yang terkait dengan manajemen tanggap darurat bencana dan kebakaran di Gedung FTI UII Yogyakarta. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait dan melakukan observasi langsung dengan mengidentifikasi kondisi eksisting gedung terkait kebakaran dan mengobservasi secara langsung setiap instrumen kebakaran. Berdasarkan hasil data dan analisis data diatas peneliti menyimpulkan, pada gedung FTI UII dalam kategori ”baik” karena masih terdapat ketidaksamaan informasi yang didapat dari hasil wawancara dengan dokumentasi dari pihak FTI sendiri, seperti terdapat pada kartu catatan box hydrant. Juga masih terdapat beberapa kerusakan minor, seperti pintu hydrant yang terlepas, tutup alarmyang terlepas, serta beberapa alat yang terhalang benda lain sehingga tidak dapat mudah terlihat dan dijangkau, tetapi dari hasil wawancara dengan pihak terkait dan dibuktikan pada setiap adanya pelatihan 2 tahun sekali dari pusat atau setiap pada mata kuliah K3, alat alat tersebut masih dapat digunakan. Peneliti juga menemukan beberapa kondisi di lapangan yang masih tidak sesuai dengan acuan Permen PU 26 tahun 2008, seperti pemeriksaan hydrant yang lebih dari 6 bulan, kemudian 1 titik kumpul yang cakupan dan peletakannya masih belum sesuai. Kemudian masih belum terbentuknya organisasi khusus tanggap darurat pada gedung yang mana hal ini sangat penting keberadaanya pada sebuah sitem manajemen tanggap darurat kebakaran.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By