Re-desain SMK Muhammadiyah 1 Turi dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik
| dc.Identifier.NIM | 20512054 | |
| dc.contributor.author | Wursita, Afif Yodha | |
| dc.date.accessioned | 2024-09-12T06:55:23Z | |
| dc.date.available | 2024-09-12T06:55:23Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kental akan budaya serta kota pendidikannya. Akan tetapi, pendidikan di DIY memiliki beberapa masalah yang dihadapi yaitu antara lain kurang meratanya jumlah fasilitas dan kurangnya kualitas fasilitas pendidikan. Kabupaten Sleman juga mengalami hal serupa, tetapi lebih pada permasalahan kualitas fasilitas pendidikan. Permasalahan ini selalu dihadapi tiap tahunnya sehingga selalu diadakan pendataan sekolah mana yang membutuhkan peningkatan kualitas fasiltas pendidikan di Sleman. Peningkatan kualitas faslitas pendidikan ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat proses belajar mengajar sehingga dapat memberikan prestasi yang baik ke depannya. SMK Muhammadiyah 1 Turi merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang terletak di Keringan, Wono Kerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah ini telah beroprasi selama 35 tahun dengan tiga fokus kejuruan saat ini yaitu Teknik Komputer & Jaringan (TKJ), Akuntansi, dan Tata Boga. Dikarenakan telah berumur 35 tahun, sekolah ini memiliki beberapa masalah terkait kelaikan bangunan. Permasalahan yang paling penting yaitu terkait keamanan bangunan struktural yang dapat membahayakan keselamatan pengguna. Terdapat juga ukuran dan keadaan bangunan yang tidak laik sesuai aturan yang berlaku. Hal ini berdampak pada kenyamanan pengguna dalam beraktivitas di sekolah. Selain itu, karena desain bangunan yang seadanya membuat beberapa selubung bangunan kurang di beberapa sisi fasad bangunan sehingga ditemukan permasalahan kenyamanan termal. Permasalahan tersebut membuat pihak sekolah atau Muhammadiyah berencana jangka panjang untuk merancang ulang beberapa bangunan sekolah secara bertahap agar dapat memenuhi standar kelaikan bangunan. Penggunaan Arsitektur Bioklimatik sebagai pendekatan desain dalam perancangan ini merupakan respon dari kondisi iklim yang ada di lokasi yaitu pada Kabupaten Sleman yang memiliki ciri kelembaban tinggi, suhu siang hari yang panas, dan kecenderungan arah angin berasal dari selatan. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan termal bagi pengguna bangunan ketika beraktivitas baik akademis maupun non-akademis. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu pengontrolan iklim sekitar seperti suhu, kecepatan udara, dan radiasi matahari. Pengontrolan iklim tersebut dirancang ke dalam bangunan yang nantinya disimulasikan menggunakan berbagai macam aplikasi guna menentukan tingkat keberhasilan desain. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/51809 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Arsitektur Bioklimatik | en_US |
| dc.subject | Pencahayaan Alami | en_US |
| dc.subject | Penghawaan Alami | en_US |
| dc.subject | Sekolah | en_US |
| dc.title | Re-desain SMK Muhammadiyah 1 Turi dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |