Penyusunan Instrumen Keberlanjutan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat : Studi Kasus Tps 3R di D.I Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Sistem persampahan membutuhkan komponen masyarakat yang diarahkan melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM). Salah satu kegiatan PSBM di Indonesia adalah TPS 3R. Fakta di lapangan didapatkan bahwa masih banyak pengelolaan TPS 3R tidak berjalan dengan optimal. Hal tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan program TPS 3R. Keberlanjutan ini dapat diketahui melalui instrumen penilaian yang berguna dalam pengukuran efektivitas program. Penelitian ini bertujuan menyusun instrumen penilaian tingkat keberlanjutan dan percobaan instrumen pada TPS 3R. Instrumen tersebut dimanfaatkan guna menganalisis keberlanjutan yang dikaji melalui program apa saja yang layak untuk dilanjutkan. Instrumen tersebut terdiri dari 20 (dua puluh) indikator, parameter, skala penilaian dan pembobotan yang terintegrasi terhadap 5 (lima) aspek pengelolaan sampah diantaranya teknis operasional, regulasi, partisipasi masyarakat, pembiayaan, dan kelembagaan. Metode analisis penelitian yang diterapkan yakni metode skoring untuk menilai tingkat keberlanjutan pada TPS 3R. Penelitian dilakukan pada 6 (enam) lokasi TPS 3R di Kabupaten Sleman.
Percobaan instrumen didapatkan bahwa tiap TPS 3R mendapatkan nilai berbeda- beda dan diklasifikasi berdasarkan tingkat keberlanjutan yang direncanakan. Hasil
penilaian tingkat keberlanjutan terbagi menjadi 3 (tiga) status, yakni sangat berkelanjutan (SB) diraih oleh TPS 3R Purwo Berhati dengan persentase 80%. Kemudian status berkelanjutan (B) diraih oleh TPS 3R Brama Muda, TPS 3R Mexicana, dan TPS 3R GIAAAAAT dengan masing-masing persentase sebesar 70%, 70%, dan 78%. Terakhir status cukup berkelanjutan (CB) didapatkan TPS 3R Ben Resik dan TPS 3R Randu Alas sebesar 58% dan 57%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa instrumen ini dapat dipakai dalam penilaian keberlanjutan TPS 3R.