<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Tanggung Jawab Musytari Terhadap Ba’i Dalam Pembiayaan Murabahah di BPRS Bangun Drajat Warga Yogyakarta

dc.Identifier.NIM07410332
dc.contributor.advisorAunur Rahim, SH.,M.Hum.
dc.contributor.authorUula, Muhammad Wildan Al
dc.date.accessioned2022-03-14T08:56:23Z
dc.date.available2022-03-14T08:56:23Z
dc.date.issued2012
dc.description.abstractSatu produk penyaluran dana di BPRS Bangun Drajat Warga Yogyakarta adalah pembiayaan murabahah. Murabahah adalah jual beli barang pada harga pokok barang ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati. Pada mekanisme pembiayaan murabahah harus sesuai dengan kaidah perundang-undangan atau hukum yang berlaku, baik berupa Undang-undang, Peraturan Bank Indonesia, Fatwa DSN MUI, maupun Qur’an dan Hadis. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul ”Tanggung Jawab Musytari Terhadap Ba’i Dalam Pembiayaan Murabahah di BPRS Bangun Drajat Warga Yogyakarta”. Untuk mengkaji sampai sejauh mana pertanggungjawaban musytari (nasabah) dalam pembiayaan murabahah di BPRS Bangun Drajat Warga serta bagaimana upaya yang dilakukan oleh BPRS Bangun Drajat Warga terhadap perilaku wanprestasi nasabahnya. Metode dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif ini dalam menganalisa dan meninjau masalah digunakan ketentuan hukum atau perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini menentukan pada segi-segi yuridis dan melihat pada peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Pembiayaan Murabahah oleh Bank Syariah tersebut spesifikasi dalam penelitian adalah deskriptif analitis, Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder, baik itu yang berupa bahan hukum primer maupun yang berupa bahan hukum sekunder, selain itu digunakan studi kepustakaan. Dalam metode analitis data dipergunakan analisis data kualitatif. Pelaksanaan pembiayaan murabahah, termasuk di dalamnya penerapan prinsip syariah, ketentuan mengenai tanggung jawab nasabah, dan mekanisme pencegahan maupun penyelesaian wanprestasi nasabah masih terdapat kekurangan yang mengakibatkan kurang tercerminnya prinsip syariah dan juga permasalahan mengenai kedisiplinan nasabah, sehingga diperlukan perbaikan mengenai mekanisme pembiayaan murabahah maupun ketentuan-ketentuan dalam akadnya.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/36483
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPembiayaan murabahah, tanggung jawab nasabah, penyelesaian wanprestasi nasabahen_US
dc.titleTanggung Jawab Musytari Terhadap Ba’i Dalam Pembiayaan Murabahah di BPRS Bangun Drajat Warga Yogyakartaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
07410332 Muhammad Wildan Al Uula.pdf
Size:
78.6 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections