<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penambahan Serat Kawat Baja Galvanis dengan Berbagai Variasi Bentuk terhadap Sifat Mekanis Beton

dc.Identifier.NIM19511273
dc.contributor.authorMokoginta, Hadiqroa Putra
dc.date.accessioned2026-02-02T06:54:06Z
dc.date.available2026-02-02T06:54:06Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractBeton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi dan biaya produksi yang terjangkau. Namun, beton konvensional memiliki kuat tarik rendah dan sifat getas sehingga mudah retak dan menurunkan durabilitas struktur. Salah satu solusi untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan menambahkan serat kawat baja galvanis yang berfungsi memperlambat propagasi retak dan meningkatkan daktilitas beton. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bentuk serat kawat baja galvanis terhadap sifat mekanis beton, meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur. Total benda uji sebanyak 40 sampel terdiri dari tiap variasi campuran: 3 silinder untuk uji tekan, 3 silinder untuk uji tarik belah, dan 2 balok untuk uji lentur, dengan total 30 silinder dan 10 balok. Beton dirancang dengan mutu f’c 25 MPa berdasarkan SNI 2834:2000 dan ditambahkan serat 1% volume atau 78,5 kg/m³. Empat bentuk serat digunakan, yaitu lurus tanpa kait, lurus berkait 90°, bergelombang tanpa kait, dan bergelombang berkait 90°. Pengujian kuat tekan dilakukan sesuai SNI 1974:2011, uji tarik belah sesuai SNI 2491:2014, dan uji lentur dua titik pembebanan sesuai SNI 4431:2011 pada umur 28 hari. Hasil menunjukkan peningkatan kinerja beton pada seluruh variasi. Serat bergelombang berkait 90° memberikan hasil terbaik dengan kuat tekan 30,51 MPa, kuat tarik belah 3,33 MPa, dan kuat lentur 6,21 MPa. Meskipun biaya material meningkat Rp389.754 atau 41,64% per m³, hasil ini membuktikan bahwa serat bergelombang berkait efektif dan layak diterapkan pada beton struktural. Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi dan biaya produksi yang terjangkau. Namun, beton konvensional memiliki kuat tarik rendah dan sifat getas sehingga mudah retak dan menurunkan durabilitas struktur. Salah satu solusi untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan menambahkan serat kawat baja galvanis yang berfungsi memperlambat propagasi retak dan meningkatkan daktilitas beton. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bentuk serat kawat baja galvanis terhadap sifat mekanis beton, meliputi kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur. Total benda uji sebanyak 40 sampel terdiri dari tiap variasi campuran: 3 silinder untuk uji tekan, 3 silinder untuk uji tarik belah, dan 2 balok untuk uji lentur, dengan total 30 silinder dan 10 balok. Beton dirancang dengan mutu f’c 25 MPa berdasarkan SNI 2834:2000 dan ditambahkan serat 1% volume atau 78,5 kg/m³. Empat bentuk serat digunakan, yaitu lurus tanpa kait, lurus berkait 90°, bergelombang tanpa kait, dan bergelombang berkait 90°. Pengujian kuat tekan dilakukan sesuai SNI 1974:2011, uji tarik belah sesuai SNI 2491:2014, dan uji lentur dua titik pembebanan sesuai SNI 4431:2011 pada umur 28 hari. Hasil menunjukkan peningkatan kinerja beton pada seluruh variasi. Serat bergelombang berkait 90° memberikan hasil terbaik dengan kuat tekan 30,51 MPa, kuat tarik belah 3,33 MPa, dan kuat lentur 6,21 MPa. Meskipun biaya material meningkat Rp389.754 atau 41,64% per m³, hasil ini membuktikan bahwa serat bergelombang berkait efektif dan layak diterapkan pada beton struktural.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/60107
dc.subjectBeton, Serat Baja Galvanis, Bentuk Serat, Sifat Mekanis.en_US
dc.titlePengaruh Penambahan Serat Kawat Baja Galvanis dengan Berbagai Variasi Bentuk terhadap Sifat Mekanis Betonen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19511273.pdf
Size:
22.15 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: