Dampak Mutasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
PT. Sinar Semesta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengecoran logam
ataufoundry dan permesinan yang didirikan diJl. Raya Solo-Yogya Km. 26 Klepu, Ceper, Klaten
pada tanggal 12 November 2002. PT. Sinar Semesta memproduksi berbagai komponen untuk
sarana dan prasarana kereta api, komponen pabrik semen, komponen pertambangan dan alat
berat. Pada aktivitas produksi yang dilakukan oleh PT. Sinar Semesta ditemukan berbagai
potensi risiko yang dapat membahayakan para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui potensi risiko dan level risiko dari hasil identfikasi risiko bahaya pada proses
produksi, serta memberikan rekomendasi yang sesuai berdasarkan hasil identifikasi. Metode
yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode Hazard Identification and Risk Assesment
(HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA). Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa
potensi risiko yang terdapat pada PT. Sinar Semesta berasal dari berbagai aktivitas produksi
atau tahapan kerja yang dilakukan oleh PT. Sinar Semesta terdapat 8 proses produksi yang dapat
menyebabkan potensi risiko bagi pekerja, antara lain proses pembuatan pola, proses molding,
proses setting, proses melting, proses penuangan logam cair, proses bongkar, prosesfettling dan
proses machining. Dari kedelapan proses produkis di PT. Sinar Semesta ini terdapat 34 potensi
risiko dengan berbagai level atau kategori. Terdapat 5 potensi risiko yang memiliki level
Extreme, 2 potensi risiko dengan level High, 14 potensi risiko dengan level Moderate, dan 13
potensi risiko dengan level Low. Rekomdendasi yang sesuai untuk mengurangi risiko yang
terjadi pada proses produksi PT. Sinar Semesta adalah dengan administrative control dan
pemberian APD. Pada administrative control perusahaan dapat memberikan pembekalan
kepada para karyawan akan pentingnya budaya K3, pentingya pemberian dan penerapan SOP
yang jelas dan aman pada setiap proses produksi, pemberian rambu-rambu peringatan pada
setiap proses produksi seperti bahaya percikan logam cair panas pada tungku pembakaran,
pemberian peringatan atau sanksi bagi pekerja yang melanggar SOP. Selain itu perusahan juga
harus memberikan atau menyediakan berbagai macam APD yang sesuai standar bagi para
pekerja seperti wearpack, earplug, safety shoes, safety gloves, masker dan kacamata.