Dampak Mutasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang
| dc.Identifier.NIM | 18522335 | |
| dc.contributor.author | Irawan, Tri Adhi | |
| dc.date.accessioned | 2025-07-28T03:23:28Z | |
| dc.date.available | 2025-07-28T03:23:28Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | PT. Sinar Semesta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengecoran logam ataufoundry dan permesinan yang didirikan diJl. Raya Solo-Yogya Km. 26 Klepu, Ceper, Klaten pada tanggal 12 November 2002. PT. Sinar Semesta memproduksi berbagai komponen untuk sarana dan prasarana kereta api, komponen pabrik semen, komponen pertambangan dan alat berat. Pada aktivitas produksi yang dilakukan oleh PT. Sinar Semesta ditemukan berbagai potensi risiko yang dapat membahayakan para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi risiko dan level risiko dari hasil identfikasi risiko bahaya pada proses produksi, serta memberikan rekomendasi yang sesuai berdasarkan hasil identifikasi. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA). Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa potensi risiko yang terdapat pada PT. Sinar Semesta berasal dari berbagai aktivitas produksi atau tahapan kerja yang dilakukan oleh PT. Sinar Semesta terdapat 8 proses produksi yang dapat menyebabkan potensi risiko bagi pekerja, antara lain proses pembuatan pola, proses molding, proses setting, proses melting, proses penuangan logam cair, proses bongkar, prosesfettling dan proses machining. Dari kedelapan proses produkis di PT. Sinar Semesta ini terdapat 34 potensi risiko dengan berbagai level atau kategori. Terdapat 5 potensi risiko yang memiliki level Extreme, 2 potensi risiko dengan level High, 14 potensi risiko dengan level Moderate, dan 13 potensi risiko dengan level Low. Rekomdendasi yang sesuai untuk mengurangi risiko yang terjadi pada proses produksi PT. Sinar Semesta adalah dengan administrative control dan pemberian APD. Pada administrative control perusahaan dapat memberikan pembekalan kepada para karyawan akan pentingnya budaya K3, pentingya pemberian dan penerapan SOP yang jelas dan aman pada setiap proses produksi, pemberian rambu-rambu peringatan pada setiap proses produksi seperti bahaya percikan logam cair panas pada tungku pembakaran, pemberian peringatan atau sanksi bagi pekerja yang melanggar SOP. Selain itu perusahan juga harus memberikan atau menyediakan berbagai macam APD yang sesuai standar bagi para pekerja seperti wearpack, earplug, safety shoes, safety gloves, masker dan kacamata. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/57186 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | HIRA | en_US |
| dc.subject | JSA | en_US |
| dc.subject | PT. Sinar Semesta | en_US |
| dc.title | Dampak Mutasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |