Perancangan Permaculture Institute Terban Melalui Pendekatan Tata Ruang Wisata Edukatif Di Kali Code, Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kali Code menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Jogja. Stereo- type Kali Code mengalami banyak perubahan. Dari yang dulunya sebagai wilayah strategi perang bagi Raja kemudian setelah si Raja kalah beberapa kawasan menjadi area makam dan rumah pemulung tentunya ada area yang berkembang menjadi sumber pangan warga, kemudian beralih ke tempat kumuh berstempel kriminalitas hingga menjadi kawasan pariwisata. Garis Kali Code di timur kampus UGM misalnya, daerah Terban dulunya disebut sesepuh sebagai gundukan berisi makam tionghoa, sedangkan kampung Jetis disebut sebagai ledhok ijo atau sebagai tempat tanam menanam untuk kebutuhan satu kota yang saat ini sirna karena tempat bernaung lebih berharga.
Banyak suara mengatakan pendekatan pariwisata dapat mengembalikan citra Kali Code, berbicara mengenai suasana, budaya, alam semesta, dan masih banyak nostalgia. Namun apakah rasa tempat dari Kali Code itu ada? Berbicara nostalgia, tempatnya sendiri sudah mengalami banyak perjalanan cerita. Kali ini cerita mana yang katanya bisa jadi rasa? Ada satu tempat di bantaran kali Desa Terban yang nampak kontras dengan Desa dibawahnya. Orang-orang disana sering menyebut sebuah area dengan
elevasi mengikuti aliran sungai. Area tersebut sebagai titik rancu yang diapit desa
wisata, banyak area negatif yang tersebar. Sampai tulisan ini dibuat Desa Terban
telah mencanangkan rencana area pariwisata dengan mengangkat cerita wayang 1
sebagai fungsi edukasi. Untuk mengatasi titik rancu ini masyarakat berupaya menanam tanaman pribadi, mulai dari tanaman dapur sampai tanaman hias. Beberapa tanaman peneduh terpaksa ditebang untuk alasan properti hunian. Namun budaya menanam
ini selalu ada di masyarakat Terban dan Jetis.
Tujuan utama masyarakat adalah peningkatan ekonomi dengan meman- faatkan sektor Pariwisata. Desain ini dibuat untuk menyeimbangkan konteks kawasan pariwisata Kali Code yang saling terhubung dari desa ke desa dengan menyediakan ruangan berkumpul, budaya menanam, dan budaya berseni, dan budaya belajar.