<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Variasi Fly Ash Terhadap Volume Rongga Udara, Kuat Tekan dan Biaya Produksi Pada Batako Sekam Padi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Batako kini banyak digunakan untuk menggantikan batu bata merah sebagai bahan bangunan utama dalam konstruksi pasangan dinding. Batako pada umumnya terbuat dari semen, pasir, dan air, digabungkan dalam rasio tertentu, tanpa bahan tambahan lainnya. Fly ash merupakan hasil sisa industri dari pembakaran batu bara. Fly ash adalah salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan tambah atau pengisi karena fly ash memiliki sifat pozzolan. Untuk itu perlu dikaji beberapa komposisi penambahan material fly ash yang optimal dalam batako sekam padi. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan fly ash pada batako sekam padi terhadap kuat tekan, volume rongga udara dan biaya produksi Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SNI 03-0349-1989 tentang Bata Beton untuk Pasangan Dinding dan SNI 03-6433-2016 tentang Penyerapan, Kerapatan dan Rongga Dalam Beton Yang Telah Mengeras. Dalam penelitian kali ini terdapat 6 variasi penambahan fly ash terhadap semen yaitu 0%, 4%, 8%, 12%, 16%, 20%. Dari penelitian ini diperoleh hasil pengujian kuat tekan pada variasi 0%, 4%, 8%, 12%, 16%, 20% secara berturut-turut yaitu 6.01 kg/cm2, 5.98 kg/cm2, 5.42 kg/cm2, 4.28 kg/cm2, 4.47 kg/cm2, 4.10 kg/cm2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penggantian semen oleh fly ash hanya dapat dilakukan sampai dengan 4%. Karena penambahan fly ash tidak dapat menaikkan nilai kuat tekan secara signifikan dan penambahan fly ash sebagai bahan pengganti semen juga dapat mempengaruhi nilai kuat tekan tetapi penggunaanya harus secara terkontrol atau tidak berlebihan. Sedangkan pada volume rongga udara tidak menunjukkan adanya trend penurunan volume rongga udara yang signifikan. Di mana nilai volume rongga permeabel tertinggi terdapat pada batako dengan penambahan fly ash 16% yaitu sebesar 47.50% sedangkan nilai volume rongga permeabel terendah dimiliki oleh batako dengan penambahan fly ash 0% yaitu sebesar 40.45%. Untuk hasil perhitungan harga pokok produksi, harga tertinggi terdapat pada variasI II dengan harga pokok produksi Rp4,089.- dan harga jual Rp5,447.- sedangkan harga produksi terendah terdapat pada variasi VI sebesar Rp3,902.- dan harga jual sebesar Rp5,198. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan fly ash maka harga pokok produksi akan semakin murah.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By