Formulasi Nanoemulgel Ekstrak Terstandar Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dengan Pembawa Minyak Mawar (Oleum Rosae)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Daun kelor yang mengandung senyawa kuersetin dapat
dikembangkan menjadi suatu sediaan anti hiperpigmentasi dengan
memanfaatkan nanoteknologi. Minyak mawar selain berfungsi sebagai fase
minyak pada pembentukan nanoemulsi secara spontan juga bermanfaat bagi
kulit untuk mengecilkan pori-pori, mengurangi garis-garis halus dan
mencerahkan kulit.
Tujuan: Untuk mengembangkan dan menentukan karakteristik sediaan
nanoemulgel ekstrak daun kelor terstandar dengan pembawa minyak mawar.
Metode: Ekstraksi daun kelor dilakukan dengan metode re-maserasi. Desain
formula nanoemulsi dibuat dalam 3 formula yaitu F1, F2 dan F3 dengan konsentrasi
ekstrak yang berbeda. Karakterisasi nanoemulsi meliputi pengukuran % transmitan,
ukuran partikel, indeks polidispersi dan zeta potensial. Selain itu, dilakukan evaluasi
sediaan nanoemulgel yaitu uji organoleptik, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan
uji stabilitas, serta uji hedonik kemudian analisis menggunakan SPSS versi 25.
Hasil: Sediaan nanoemulsi F1, F2 dan F3 memiliki ukuran partikel masingmasing
48,1±5,1
nm,
72,5±0,7
nm
dan
74,4±4,8
nm.
Hasil
evaluasi
sediaan
nanoemulgel
ketiga formula pada hari ke-0 memenuhi kriteria yang dipersyaratkan dan hasil uji stabilitas selama 4 siklus tergolong stabil. Nilai zeta potensial ketiga formula setelah uji stabilitas mengalami peningkatan, kemudian dari hasil uji hedonik formula yang paling disukai adalah F1 (46,7%). Kesimpulan: Ekstrak daun kelor terstandar dapat diformulasikan ke dalam sediaan nanoemulgel dengan pembawa minyak mawar. Formula terpilih pada penelitian ini adalah F1 karena memiliki karakteristik ukuran partikel terkecil serta paling disukai, sehingga dapat dijadikan kandidat untuk pengujian lebih lanjut.