Penempatan Efektif Redaman Tunggal Untuk Mengurangi Simpangan Pada Bangunan Bertingkat 6 Dan 8
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Pada daerah yang rawan gempa, beban gempa harus diperhitungkan dalam
analisis strukturnya. Bila terjadi gempa bumi, maka getaran gempa akan merambat
ke permukaan tanah dan dapat dirasakan di permukaan bumi. Getaran tersebut
terjadi secara acak dan dalam berbagai arah. Getaran akibat gempa bumi dapat
dimanifestasikan dalam bentuk percepatan tanah, kecepatan tanah dan simpangan
tanah. Getaran gempa dari lapisan tanah dibawah struktur akan merambat pada
struktur, selanjutnya mengakibatkan struktur bergetar. Percepatan massa struktur
tersebutlah yang menyebabkan simpangan pada struktur.
Simpangan struktur merupakan salah satu hal yang paling dominan dalam
menimbulkan kerusakan pada sebuah bangunan. Secara logika bila kita dapat
mengurangi simpangan struktur, maka kita juga dapat mengurangi kerusakan
bangunan yang terjadi. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi
simpangan tersebut adalah dengan memberi peredam.
Peredaman secara umum dapat diartikan sebagai proses pelesapan energi
(energy dissipation) pada suatu benda yang bergerak. Bila kita implementasikan
dalam struktur, maka penggunaan peredam dapat membantu mengurangi simpangan
relatif struktur yang terjadi.
Dalam penelitian ini dicoba beberapa variasiposisi redaman tunggal, untuk
struktur bertingkat 6 dengan 6 variasi dan struktur bertingkat 8 dengan 8 variasi,
lalu dibandmgkan dengan tanpa menggunakan peredam tambahan. Peredam yang
digunakandalampenelitian ini adalah "Magnetorheoligical Damper".
Dari hasil analisis numeris yang telah dilakukan menunjukan bahwa
penggunaan redaman tunggal yang paling optimum untuk struktur bertingkat 6
adalahpada tingkat 4 danstruktur bertingkat 8 pada tingkat 1.